AS Belum Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Kemlu Rusia Buka Suara

Kemlu Rusia angkat bicara terkait kabar Presiden Vladimir Putin yang belum menerima undangan dari AS untuk menghadiri KTT G20 di Miami Desember mendatang. Berikut alasan protokolernya.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:30 WIB
Arsip foto - Bendera nasional Rusia di Kremlin, Moskow, Rusia. (ANTARA/Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr/aa)

Arsip foto - Bendera nasional Rusia di Kremlin, Moskow, Rusia. (ANTARA/Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr/aa)

Matamata.com - Pemerintah Rusia menyatakan belum menerima undangan resmi dari Amerika Serikat untuk Presiden Vladimir Putin guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Amerika Serikat sendiri bertindak sebagai tuan rumah gelaran tersebut pada akhir tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia untuk G20 dan APEC, Marat Berdyev, dalam wawancara bersama media lokal RIA Novosti.

"Sesuai dengan tradisi G20 yang sudah lama berlaku, undangan semacam itu baru dikirimkan menjelang KTT, sekitar satu hingga satu setengah bulan sebelumnya," ujar Berdyev.

Menurut Berdyev, undangan tersebut memiliki peran protokoler yang krusial dalam forum G20. Selain sebagai bentuk penghormatan antarnegara anggota, surat undangan resmi berfungsi untuk menyampaikan detail teknis pertemuan yang akan datang.

"Intinya adalah untuk mengamankan (memastikan) acara tersebut masuk dalam agenda para pemimpin internasional," tambah Berdyev.

Sebagai informasi, Konferensi Tingkat Tinggi G20 dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, pada 14–15 Desember mendatang. Hubungan diplomatik yang dinamis antara Moskow dan Washington diprediksi akan membuat isu kehadiran Putin di tanah AS menjadi sorotan global. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Presiden Prabowo perintahkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bentuk tim evaluasi buku pelajaran sekolah agar tak kalah dari lua...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia percepat peralihan LPG ke CNG demi ketahanan energi. Pemerin...

news | 09:15 WIB

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk cetak sawah 80 ribu hektare di Papua periode 2025-2026 d...

news | 08:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pemersatu bangsa ...

news | 07:15 WIB

Kejagung menyatakan menerima hasil vonis banding anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto, dan kini menunggu sikap resm...

news | 06:15 WIB

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trum...

news | 15:05 WIB

Raffi Ahmad bantah terlibat kasus dugaan suap impor Blueray Cargo. Raffi sebut namanya terseret hanya karena sempat berf...

news | 15:02 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menargetkan penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rampung dalam sebulan. SPPG ...

news | 13:53 WIB

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebut pengesahan UU Polri baru oleh DPR RI sangat mendesak agar kepolisian adaptif te...

news | 13:43 WIB

Ekonom Trimegah Sekuritas desak pemerintah segera salurkan bansos tunai digital guna jaga daya beli masyarakat usai harg...

news | 12:02 WIB