BRIN: Ikan Gabus Potensial Jadi Superfood Lokal untuk Pemulihan Kesehatan

Peneliti BRIN ungkap potensi besar ikan gabus sebagai superfood lokal. Kaya akan albumin untuk penyembuhan luka dan nutrisi anak. Cek selengkapnya!

Elara | MataMata.com
Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi - Penjual ikan memperlihatkan ikan gabus (Channa striata) yang dijualnya dengan harga Rp45 ribu per kilogram, di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalbar. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG

Ilustrasi - Penjual ikan memperlihatkan ikan gabus (Channa striata) yang dijualnya dengan harga Rp45 ribu per kilogram, di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalbar. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG

Matamata.com - Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ekowati Chasanah, mengungkapkan bahwa ikan gabus (Channa striata) memiliki profil gizi unggulan sebagai "superfood" asli Indonesia. Ikan ini diketahui kaya akan protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna serta senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan tubuh.

Ekowati menjelaskan, ikan gabus sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan dan pasien dalam masa pemulihan. Keunggulannya terletak pada kandungan asam amino lengkap, baik esensial maupun non-esensial.

"Kombinasi kandungan albumin dan zat gizi lain pada ikan gabus berpotensi mendukung proses penyembuhan luka, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta membantu meningkatkan kondisi kesehatan secara umum," ujar Ekowati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4).

Salah satu komponen kunci yang menjadi sorotan adalah albumin. Sebagai protein plasma, albumin berperan penting menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu transportasi hormon. Tingginya kadar albumin, ditambah asam amino seperti glisin, prolin, dan alanin, menjadikan ikan gabus sangat efektif untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi.

Selain itu, Ekowati memaparkan bahwa ikan gabus mengandung senyawa bioaktif seperti peptida, asam lemak, dan mikronutrien yang memiliki efek antihipertensi. Hal ini membuka peluang besar bagi ikan gabus untuk digunakan sebagai bahan baku produk kesehatan berbasis pangan fungsional.

Tantangan Pascapanen dan Hilirisasi Meski kaya manfaat, Ekowati mengingatkan bahwa kualitas nutrisi ikan gabus sangat bergantung pada penanganan pascapanen. Ia menekankan pentingnya metode pengolahan yang tepat, seperti pemanasan tidak langsung, untuk menjaga stabilitas gizi dan senyawa aktif.

"Standardisasi berbasis riset menjadi kunci agar produk turunan tetap berkualitas tinggi," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, hilirisasi ikan gabus dinilai mampu memperkuat industri pangan lokal dan mendukung kemandirian pangan nasional. Pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal akan mengurangi ketergantungan pada produk impor sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Namun, pengembangan ini tetap memerlukan dukungan riset berkelanjutan, inovasi teknologi pengolahan, serta pengujian keamanan dan efektivitas produk secara menyeluruh. (Antara)

Baca Juga: KPK Ungkap Alasan Pemanggilan Staf PBNU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelemahan Rupiah hingga Rp17.289 per dolar AS dipicu gejolak global dan k...

news | 14:15 WIB

Mentan Amran Sulaiman memastikan harga beras SPHP dan HET tidak naik meski ada isu biaya kemasan. Stok beras Bulog capai...

news | 13:00 WIB

Arab Saudi resmi meluncurkan rencana operasional Haji 2026 dengan 150 inisiatif baru. Simak kecanggihan layanan berbasis...

news | 12:32 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong pembentukan konsorsium nasional pengembangan satelit untuk perkuat kedaulatan tekn...

news | 12:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumumkan stok beras Bulog tembus 5,19 juta ton per April 2026, rekor tertinggi dalam sejar...

news | 11:15 WIB

DPP Partai Golkar puji kebijakan energi Presiden Prabowo yang bawa Indonesia raih peringkat 2 dunia ketahanan energi ver...

news | 10:34 WIB

Menaker Yassierli meminta perusahaan menyesuaikan tugas peserta magang nasional dengan latar belakang pendidikan, teruta...

news | 09:45 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan pengembangan jaringan kereta api nasional adalah solusi utama untuk menekan kendaraan...

news | 08:15 WIB

China dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, namun peringatkan situasi masih kritis akibat blokade laut di Selat ...

news | 07:00 WIB

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperk...

news | 06:00 WIB