Strategi Menko AHY Kembangkan Jaringan Kereta Api Nasional untuk Atasi ODOL

Menko Infrastruktur AHY menegaskan pengembangan jaringan kereta api nasional adalah solusi utama untuk menekan kendaraan ODOL dan menurunkan biaya logistik yang tinggi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 23 April 2026 | 08:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026. ANTARA/Harianto

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026. ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah kendaraan over dimension over loading (ODOL) di jalan nasional.

"Pengembangan jaringan perkeretaapian bertujuan menurunkan biaya logistik sekaligus mengurangi beban jalan raya, termasuk menertibkan kendaraan ODOL," ujar AHY usai memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Nasional di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

AHY menjelaskan, pemindahan beban logistik dari jalan raya ke rel tidak hanya akan mengurangi kepadatan, tetapi juga memperpanjang usia pakai jalan nasional yang selama ini cepat rusak akibat muatan berlebih. Langkah ini pun sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan infrastruktur sebagai pilar utama pembangunan.

Target 14.000 Kilometer Rel Pemerintah berkomitmen mempercepat konektivitas antar-wilayah melalui pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Hal ini bertujuan agar distribusi komoditas di daerah berbasis sumber daya alam menjadi lebih efisien.

“Ini adalah mandat Presiden untuk mempercepat pengembangan jaringan kereta lintas pulau guna meningkatkan produktivitas daerah,” lanjutnya.

Selain efisiensi, AHY menyoroti aspek lingkungan. Sektor transportasi darat menyumbang sekitar 89 persen emisi karbon, sementara kereta api berkontribusi kurang dari satu persen.

Koreksi Ketimpangan Anggaran Dalam kesempatan tersebut, AHY secara terbuka menyentil ketimpangan investasi antara jalan raya dan rel kereta. Pada tahun 2023, anggaran jalan mencapai Rp86 triliun, berbanding jauh dengan anggaran rel yang hanya Rp6 triliun.

Saat ini, total panjang jaringan rel nasional baru mencapai sekitar 12.000 kilometer dan masih terpusat di Pulau Jawa. Sementara itu, jalur di Sumatera belum terintegrasi sepenuhnya, Kalimantan belum memiliki jalur, dan Sulawesi masih sangat terbatas.

"Target kita adalah pengembangan dan reaktivasi jaringan rel hingga 14.000 kilometer secara bertahap menuju Indonesia Emas 2045," ungkap AHY.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan investasi sekitar Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun. AHY menyatakan pemerintah akan mengandalkan skema pembiayaan campuran, mulai dari APBN, APBD, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga investasi swasta murni dan asing. (Antara)

Baca Juga: RI Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

China dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, namun peringatkan situasi masih kritis akibat blokade laut di Selat ...

news | 07:00 WIB

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperk...

news | 06:00 WIB

Indonesia mendorong negara Asia Pasifik menjadi kompas pembangunan global dalam Sidang UNESCAP ke-82 di Bangkok. Simak p...

news | 15:15 WIB

Peneliti BRIN ungkap potensi besar ikan gabus sebagai superfood lokal. Kaya akan albumin untuk penyembuhan luka dan nutr...

news | 14:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menjalani prosesi adat Mansorandak dalam kunjungan perdananya ke Raja Ampat. Simak momen h...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Penasihat Khusus Pertahanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurach...

news | 12:15 WIB

KPK beberkan alasan panggil staf PBNU berinisial SB sebagai saksi kasus korupsi kuota haji yang seret eks Menag Yaqut Ch...

news | 11:30 WIB

Sebanyak 391 jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta resmi diberangkatkan via Bandara Soetta. Simak fasilitas Makkah Rout...

news | 10:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan aturan pajak kendaraan listrik terbaru (Permendagri 11/2026) tidak menambah beban k...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo terima laporan realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun. Simak rincian sektor dan ne...

news | 08:15 WIB