Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperkuat konektivitas dan logistik.

Elara | MataMata.com
Kamis, 23 April 2026 | 06:00 WIB
Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

matamata.com - Pemerintah tengah membidik pembangunan jalur kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung efisiensi distribusi logistik di pulau tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa rencana besar tersebut saat ini masih dalam tahap perhitungan dan perencanaan matang oleh pemerintah.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

AHY menjelaskan, pemerintah akan segera membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Komite ini bertugas mengakomodasi masukan sekaligus menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan.

Hingga saat ini, AHY mengungkapkan bahwa Pulau Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api sama sekali, sehingga catatan panjang jalur di wilayah tersebut masih nol kilometer. Padahal, Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor mineral, yang sangat membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi massal.

Pembangunan jalur ini diproyeksikan akan membuka konektivitas antarprovinsi, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat. Selain meningkatkan mobilitas warga, keberadaan kereta api diharapkan mampu memangkas biaya logistik komoditas sumber daya alam yang selama ini bergantung pada moda transportasi darat dan sungai.

“Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” tambah AHY.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target waktu dimulainya konstruksi maupun rute spesifik yang akan dibangun. Hal ini dikarenakan proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif lintas sektoral demi memastikan keberlanjutan dan efektivitas anggaran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB