Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi cerdas dan menggerakkan ekonomi desa.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 10 April 2026 | 13:27 WIB
Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik

Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi strategis pemerintah untuk mencetak generasi unggul sekaligus motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional.

Amran menyebut MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan langkah konkret jangka panjang untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat dan cerdas.

"Ini (MBG) investasi untuk anak cucu kita. MBG ini penggerak ekonomi di desa; menggerakkan sektor hortikultura, sayur-sayuran, hingga peternak ayam dan telur. Semua bergerak dari hulu sampai hilir," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bukan Kepentingan Politik Menanggapi kritik yang muncul, Mentan menekankan bahwa program ini murni untuk kepentingan bangsa, bukan didorong oleh kepentingan politik jangka pendek.

Ia memaparkan logika bahwa penerima manfaat program ini—yakni siswa TK hingga SMA—belum memiliki hak pilih pada kontestasi politik terdekat.

"Kalau bicara politik, ini tidak menguntungkan. Anak SD, SMP, SMA belum ikut pemilihan di 2029. Artinya, ini betul-betul gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi muda yang cerdas," tegasnya.

Amran yang mengaku berangkat dari latar belakang ekonomi sulit, memahami betul pentingnya intervensi gizi bagi anak-anak, terutama untuk menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

"Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin ekstrem. Presiden sangat peduli pada anak-anak kita yang kekurangan gizi dan stunting," imbuhnya.

Multiplier Effect bagi Ekonomi Desa Selain aspek kesehatan, MBG diproyeksikan menciptakan efek domino (multiplier effect) terhadap kesejahteraan masyarakat pedesaan. Amran mencatat ada sekitar 3,8 juta peternak yang akan merasakan dampak langsung dari peningkatan permintaan pasar.

Peningkatan aktivitas ekonomi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari peternakan unggas, sapi, kambing, hingga pertanian sayur-mayur. Distribusi dan perdagangan hasil pangan di tingkat lokal pun ikut bergairah, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Baca Juga: Kemenag Terapkan WFH Setiap Jumat, Menag: Layanan Umat Harus Tetap Prima

"Jadi orang-orang kecil bahagia. Jutaan peternak kita bergerak semua. Ini adalah bentuk keadilan sosial, terutama bagi keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan nutrisi," pungkas Mentan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid meminta STPN Sleman menjaga tradisi dialektika berpikir dengan menghadirkan ruang diskusi bersa...

news | 18:41 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah menerapkan satu kendali dalam penanganan karhutla serta mengawal ketat pe...

news | 18:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Garoga di Tapanuli Selatan dan meminta percepatan pemulihan pasca...

news | 18:34 WIB

Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di...

news | 09:45 WIB