Tak Ingin Demokrasi Rusak, Relawan Prabowo: Kritik Boleh, Tapi Jangan Delegitimasi Lewat Jalanan!

Ketua Relawan PRIDE Anthony Leong menegaskan kritik kepada Presiden Prabowo harus lewat koridor konstitusi demi menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB
Koordinator Nasional Relawan Prabowo-Gibran Digital (PRIDE) Anthony Leong. ANTARA/HO-PRIDE

Koordinator Nasional Relawan Prabowo-Gibran Digital (PRIDE) Anthony Leong. ANTARA/HO-PRIDE

Matamata.com - Ketua Koordinator Relawan Prabowo Digital Team (PRIDE), Anthony Leong, menegaskan bahwa dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, legitimasi kekuasaan tidak boleh digoyang melalui tekanan jalanan.

Menurutnya, setiap kritik terhadap pemerintah harus disampaikan melalui mekanisme elektoral dan sistem ketatanegaraan yang sah.

"Presiden Prabowo Subianto memperoleh mandat rakyat melalui proses demokrasi yang sah (legitimate). Oleh karena itu, setiap kritik harus disampaikan dalam koridor konstitusi, bukan melalui narasi delegitimasi yang berpotensi merusak tatanan demokrasi," ujar Anthony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/4).

Anthony menjelaskan bahwa meskipun kritik adalah elemen vital bagi demokrasi, penyampaiannya wajib dilandasi argumentasi berbasis data dan etika publik.

Ia memperingatkan bahwa upaya mendorong perubahan kekuasaan melalui jalur ekstra konstitusional hanya akan menciptakan ketidakpastian yang merugikan stabilitas nasional.

"Kondisi global saat ini penuh ketidakpastian. Indonesia justru membutuhkan konsolidasi, bukan polarisasi. Kita harus solid di dalam negeri dan memberi masukan kepada pemerintah dengan cara yang benar," tuturnya.

Lebih lanjut, Anthony menyoroti korelasi antara instabilitas politik dengan perlambatan ekonomi. Ketidakpastian kebijakan dan penurunan kepercayaan pelaku usaha adalah risiko nyata yang harus dihindari agar agenda pembangunan serta penciptaan lapangan kerja tetap optimal.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah menyediakan saluran formal untuk mengoreksi pemerintah, mulai dari mekanisme di parlemen hingga ruang kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang. Anthony pun mengajak akademisi dan pengamat untuk mengedepankan narasi solutif ketimbang provokatif.

"Perbedaan pandangan adalah hal wajar, namun harus dikelola dengan tanggung jawab agar tidak menjadi disrupsi sosial maupun ekonomi," tambahnya.

Pernyataan ini sejalan dengan kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4), Presiden memperingatkan bahaya hoaks dan fitnah di media sosial yang kini diperkuat oleh teknologi digital.

Baca Juga: BGN Jamin Anggaran Makan Bergizi Gratis Transparan, Diawasi Ketat Kemenkeu dan Bappenas

"Dulu (menghancurkan negara) kirim pasukan, kirim bom. Sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah dan hoaks," kata Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), memungkinkan penyebaran narasi negatif secara masif yang dapat mengancam kedaulatan informasi nasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kepala BGN Dadan Hindayana pastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) transparan dan diawasi ketat melalui mek...

news | 11:00 WIB

Indonesia dan India jajaki kerja sama pendidikan tinggi bisnis. Fokus pada program MBA, riset AI, dan transformasi digit...

news | 10:15 WIB

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan kenaikan biaya penerbangan haji akibat harga avtur tidak akan dibebankan kepa...

news | 06:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti hampir 700 bencana alam yang terjadi di awal 2026. Ia mendesak pemerintah memberika...

news | 15:15 WIB

Jusuf Kalla (JK) datangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan fitnah aliran dana Rp5 miliar terk...

news | 14:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala BIN Muhammad Herindra untuk membahas persiapan Sidang TPA dan isu st...

news | 13:00 WIB

Pertamina Patra Niaga JBT imbau warga waspadai elpiji oplosan pasca-pengungkapan kasus di Jateng. Simak cara cek segel h...

news | 12:12 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan harga pupuk subsidi tidak naik meski Selat Hormuz ditutup. Stok nasional aman 1,29 j...

news | 11:00 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyatakan pembahasan status Bulog menjadi badan otonom masih menunggu keputusan ...

news | 10:15 WIB

Pemerintah resmi menetapkan HPP gabah Rp6.500/kg melalui Inpres No. 4 Tahun 2026. Stok beras nasional kini tembus rekor ...

news | 09:30 WIB