Deretan tabung elpiji hasil oplosan yang disita kepolisian. (ANTARA/HO-Pertamina)
Matamata.com - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran elpiji oplosan. Salah satu cara termudah untuk memastikan keaslian produk adalah dengan memeriksa segel hologram resmi pada tabung.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya hanya membeli elpiji di pangkalan resmi untuk menjamin kualitas dan keamanan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu membeli elpiji di pangkalan resmi dan memeriksa segel hologram pada tabung. Hologram tersebut dapat dipindai (scan) untuk menampilkan informasi resmi produk," ujar Taufiq di Semarang, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, jika hasil pemindaian tidak menampilkan data apapun, masyarakat patut mencurigai bahwa produk tersebut tidak resmi atau hasil pengoplosan.
Langkah antisipasi ini ditekankan menyusul keberhasilan Direskrimsus Polda Jateng dan Polres Karanganyar mengungkap sindikat pemalsuan elpiji. Modus operandi para pelaku adalah menyuntikkan isi elpiji 3 kg bersubsidi ke dalam tabung nonsubsidi di wilayah Semarang dan Karanganyar.
Taufiq mengapresiasi tindakan tegas kepolisian karena praktik tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memicu kelangkaan dan membahayakan keselamatan warga.
"Di tengah situasi energi global saat ini, kami sangat mengapresiasi langkah tegas Polri. Pengungkapan ini penting agar distribusi energi bersubsidi tepat sasaran dan tidak dirampok oleh oknum," tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Pertamina terus menjalankan program Subsidi Tepat LPG. Melalui skema ini, penyaluran elpiji 3 kg dipastikan hanya untuk masyarakat yang berhak.
Bagi warga yang ingin mencari lokasi pangkalan resmi terdekat, Pertamina menyediakan akses melalui situs web https://subsiditepat.mypertamina.id. Taufiq berharap masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran harga miring dari pihak yang tidak memiliki izin resmi.
"Tindakan pengoplosan ini merugikan kita semua. Selain memicu kelangkaan, risiko kecelakaan akibat tabung yang tidak standar sangat tinggi. Mari kita lawan bersama praktik ilegal ini," tutup Taufiq. (Antara)
Baca Juga: Mentan Jamin Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Krisis Selat Hormuz