KPAI Desak Investigasi Menyeluruh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Jaktim

KPAI desak Badan Gizi Nasional investigasi transparan kasus keracunan 72 siswa dalam program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur. Simak selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 April 2026 | 08:30 WIB
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra (dua kanan) dan Komisioner KPAI Aris Adi Leksono (kanan) menjenguk anak korban keracunan MBG di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-KPAI

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra (dua kanan) dan Komisioner KPAI Aris Adi Leksono (kanan) menjenguk anak korban keracunan MBG di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-KPAI

Matamata.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terkait kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. KPAI meminta hasil uji laboratorium segera diumumkan kepada publik.

"BGN wajib melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan," ujar Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Jasra menekankan agar BGN menjamin seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis anak-anak yang menjadi korban hingga pulih total. Selain itu, ia mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem tata kelola, rantai pasok, hingga standar penyimpanan di setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) guna mencegah kejadian serupa terulang.

"BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak serta orang tua. Pemulihan program harus berawal dari pelibatan perspektif penerima manfaat," tegas Jasra.

Menindaklanjuti kasus yang terjadi pada Kamis (2/4) lalu, KPAI telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 91 Jakarta. Tim KPAI juga menjenguk para korban yang tengah dirawat di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Selasa.

Tercatat sebanyak 72 siswa dari empat sekolah menjadi korban dalam insiden ini. Sekolah tersebut meliputi SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Hingga saat ini, puluhan siswa masih menjalani perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB