China Tolak Resolusi DK PBB Timur Tengah: Jangan Dukung Agresi Militer Ilegal

China ingatkan DK PBB agar resolusi terkait Timur Tengah tidak dijadikan alat legitimasi agresi militer AS dan Israel di Selat Hormuz. Simak pernyataan lengkapnya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 April 2026 | 06:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (07/04/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (07/04/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Matamata.com - Pemerintah China mendesak agar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB terkait krisis di Timur Tengah tidak digunakan sebagai alat pendukung agresi militer oleh Amerika Serikat maupun Israel. Beijing menegaskan bahwa setiap keputusan internasional harus berfokus pada de-eskalasi, bukan justru memperkeruh konflik.

"China percaya bahwa setiap tindakan yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB harus kondusif untuk meredakan ketegangan, menghentikan konflik, dan melanjutkan pembicaraan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (7/4/2026).

Mao Ning menekankan bahwa resolusi PBB tidak boleh disalahgunakan untuk mendukung gerakan militer ilegal. "Tindakan tersebut tidak boleh menambah bahan bakar ke api konflik," tegasnya.

Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa Rusia, China, dan Prancis menghalangi draf resolusi DK PBB yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut saat ini mengalami blokade de facto akibat eskalasi antara Iran dengan AS dan Israel.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menyebutkan draf tersebut awalnya dirancang untuk memberi wewenang bagi negara anggota menggunakan "semua cara pertahanan yang diperlukan" di perairan tersebut. Usulan yang didukung negara-negara Teluk ini telah memasuki revisi keempat setelah perundingan tertutup selama berminggu-minggu.

Namun, China menilai prioritas utama saat ini adalah negosiasi damai, mengingat konflik yang melibatkan Iran terus meluas.

"Sebagai anggota tetap DK PBB, China siap memainkan peran konstruktif dalam mewujudkan gencatan senjata dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan," tambah Mao Ning.

Ketegangan ini bermula saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran terhadap fasilitas militer AS dan wilayah Israel, yang berujung pada terganggunya navigasi internasional di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada 11 Maret 2026, DK PBB sebenarnya telah mengadopsi resolusi yang menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal dagang. Namun, saat itu China dan Rusia memilih abstain karena dokumen tersebut dianggap tidak imbang—mengecam Iran tetapi mengabaikan agresi yang dilakukan oleh AS dan Israel.

Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, turut mengkritik draf terbaru tersebut. Ia menilai ada upaya dari sejumlah negara anggota untuk memutarbalikkan posisi antara korban dan agresor dalam konflik di Timur Tengah. (Antara)

Baca Juga: Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Bahas Prestasi Sekolah Rakyat hingga Akurasi Bansos

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB