Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi

Pemerintah pusat investasikan Rp3 triliun untuk pembangunan PSEL di TPA Tamangapa Makassar. Proyek aglomerasi ini bakal olah 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik.

Elara | MataMata.com
Senin, 06 April 2026 | 14:00 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai bertemu Menteri Lingkungan Hidup di Makassar, beberapa waktu lalu. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai bertemu Menteri Lingkungan Hidup di Makassar, beberapa waktu lalu. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Matamata.com - Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengucurkan investasi sebesar Rp3 triliun untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Proyek strategis ini akan dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa pendanaan proyek ini akan dikelola melalui skema sinergi antara pemenang tender dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Nilai investasinya kurang lebih Rp3 triliun yang akan didukung oleh pemenang tender bersama dengan Danantara," ungkap Munafri di Makassar, Senin (6/4/2026).

Proyek PSEL ini dirancang sebagai solusi aglomerasi untuk menangani peningkatan volume sampah di tiga wilayah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Dengan teknologi terbarukan, fasilitas ini mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

Rinciannya, PSEL akan menyerap 800 ton sampah dari Makassar, 150 ton dari Gowa, dan 50 ton dari Maros setiap harinya. Proses konversi energi ini diproyeksikan menghasilkan daya listrik sekitar 20 hingga 25 Megawatt (MW).

"Program ini dirancang agar persoalan sampah tidak diselesaikan secara parsial, melainkan melalui kerja sama antar-wilayah (Mamminasata)," tambah Munafri.

Pemkot Makassar sendiri telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa. Dari luasan tersebut, tujuh hektare akan dialokasikan khusus untuk tapak fasilitas PSEL. Pemilihan lokasi ini didasari pertimbangan efisiensi bahan baku, mengingat 20-25 persen timbunan sampah lama di TPA tersebut masih layak olah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengadaan PSEL kini berada di bawah kendali langsung Danantara. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas keuangan proyek, terutama terkait adanya subsidi pembelian listrik sebesar 20 persen untuk seluruh PSEL di Indonesia.

"Semua di bawah kendali Danantara untuk menjaga keuangannya secara nasional, jadi tidak ada yang dikelola murni oleh swasta," jelas Hanif.

Selain aspek teknologi, Menteri Hanif juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat melalui program nasional pemilahan sampah yang akan dimulai tahun ini. Menurutnya, pemilahan dari sumber atau rumah tangga adalah kunci keberhasilan hilirisasi sampah.

Baca Juga: Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich

"Pilah sampah itu wajib. Tahun ini kita gelar program nasional. Sederhana, tapi harus dimulai dari kebiasaan di tingkat rumah tangga," tegasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya National Transfer Accounts (NTA) untuk menjaga produktivitas dan meringankan be...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mendukung Pawai Paskah GMIT di Kupang masuk agenda wisata rohani nasional untuk perkuat ek...

news | 12:04 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani bertemu Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta. Bahas persatuan nasional hadapi geopoliti...

news | 11:59 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengancam akan mem-blacklist pengawas TKA yang melakukan kecurangan. Ketegasan ini bertujuan me...

news | 11:15 WIB

Wamen Isyana Bagoes Oka mendorong distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan balita ditingkatkan setiap ha...

news | 10:45 WIB

Kementerian PU mulai laksanakan program P3TGAI 2026 di 12.000 lokasi seluruh Indonesia. Simak informasi rekrutmen TPM da...

news | 10:40 WIB

Kemnaker buka pendaftaran Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 tahun 2026 untuk 2.100 peserta. Simak syarat, biaya PNBP, dan...

news | 09:00 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka...

news | 06:51 WIB

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB