Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina

Ketua MPR Ahmad Muzani bertemu Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta. Bahas persatuan nasional hadapi geopolitik global hingga komitmen bela Palestina.

Elara | MataMata.com
Senin, 06 April 2026 | 11:59 WIB
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina

Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina

matamata.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar pertemuan strategis dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir di Bantul, Yogyakarta, Minggu (5/4) malam. Pertemuan tersebut membahas dinamika geopolitik global hingga pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam kunjungan tersebut, Muzani menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto untuk para tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren di Yogyakarta.

"Saya melapor kepada Presiden Prabowo akan berkunjung ke Yogyakarta. Beliau menitipkan salam hormat untuk para tokoh, ulama, pimpinan pondok pesantren, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar," ujar Muzani dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4).

Pertemuan yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR ini berlangsung hangat. Haedar Nashir menekankan bahwa persatuan merupakan modal fundamental bagi Indonesia untuk tetap kokoh di tengah tensi politik internasional yang kian dinamis.

"Kami berdiskusi bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jika kita bersatu, seberat apa pun situasi politik global, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya," tegas Haedar.

Lebih lanjut, Haedar mengapresiasi komitmen kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan negara dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di panggung dunia. Ia meyakini pemerintah akan konsisten membawa Indonesia pada prinsip keadilan, termasuk dalam upaya membela kemerdekaan Palestina.

"Kami percaya Presiden Prabowo, dengan semangat konstitusional, akan membawa orientasi politik global Indonesia pada prinsip kemerdekaan dan kemanusiaan yang beradab, termasuk pembelaan terhadap Palestina," tambahnya.

Selain isu geopolitik, kedua tokoh ini sepakat bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci mutlak menuju Indonesia Emas 2045. Haedar menegaskan Muhammadiyah akan terus fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, yang diperkuat dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi I DPR RI mendesak Universitas Pertahanan (Unhan) konsisten menerapkan aturan kebebasan berhijab bagi kadet peremp...

news | 17:12 WIB

Tim gabungan karhutla Kaltim berhasil memadamkan 13,8 hektare kebakaran di hutan konservasi Tahura Kukar dan KPH Bengalo...

news | 16:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi TNI, Polri, BPBD, dan Pemda Riau dalam penanganan karhutla. Langkah prev...

news | 15:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pencabutan izin usaha korporasi yang terindikasi melakukan atau menyuruh pemb...

news | 14:21 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah Pemprov mengusulkan tarif parkir Rp60 ribu per jam. Pembahasan tarif parkir...

news | 13:53 WIB