Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg, Stok Beras Nasional Tembus Rekor 4,6 Juta Ton

Pemerintah resmi menetapkan HPP gabah Rp6.500/kg melalui Inpres No. 4 Tahun 2026. Stok beras nasional kini tembus rekor 4,6 juta ton untuk hadapi El Nino.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 April 2026 | 09:30 WIB
Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg, Stok Beras Nasional Tembus Rekor 4,6 Juta Ton

Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg, Stok Beras Nasional Tembus Rekor 4,6 Juta Ton

matamata.com - Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg). Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjamin ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) demi keberlanjutan swasembada pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa ketentuan tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran CBP Tahun 2026-2029.

"Inpres ini menetapkan HPP gabah kering panen tetap di angka Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas yang telah memasuki usia panen di tingkat petani," ujar Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Melalui Inpres tersebut, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengadaan gabah atau setara beras untuk memperkuat stok CBP sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Amran menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Nantinya, penyaluran CBP akan dialokasikan untuk berbagai program strategis, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), operasi pasar, bantuan pangan, hingga tanggap darurat bencana. Selain itu, stok beras ini juga akan mendukung pemenuhan gizi nasional, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdee) Merah Putih, serta bantuan pangan luar negeri.

Amran mengeklaim bahwa saat ini stok CBP Indonesia mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 4,6 juta ton. Angka ini melonjak tajam dibandingkan posisi awal April 2024 yang hanya sebesar 740,7 ribu ton.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, stok CBP tahun ini mengalami kenaikan hingga 85,6 persen. Sebagai informasi, stok pada minggu pertama April 2025 tercatat sebanyak 2,42 juta ton.

Pemerintah optimistis cadangan yang melimpah ini mampu meredam dampak ketegangan geopolitik global serta fenomena El Nino yang diprediksi akan kembali melanda dalam beberapa bulan ke depan.

"HPP kita jaga di Rp6.500 agar harga di tingkat petani tidak jatuh saat panen raya. Semangat petani harus kita jaga. Kesejahteraan petani saat ini mencatatkan peningkatan tertinggi sepanjang sejarah RI," pungkas Amran. (Antara)

Baca Juga: KPAI Desak Investigasi Menyeluruh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Jaktim

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB