Mentan Jamin Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Krisis Selat Hormuz

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan harga pupuk subsidi tidak naik meski Selat Hormuz ditutup. Stok nasional aman 1,29 juta ton berkat kemandirian industri.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB
Mentan Jamin Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Krisis Selat Hormuz

Mentan Jamin Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Krisis Selat Hormuz

matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil dan tidak akan mengalami kenaikan. Jaminan ini diberikan meskipun jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz, Timur Tengah, tengah ditutup dan memicu kekhawatiran global.

Langkah ini diambil untuk memastikan petani tetap terlindungi serta menjaga produktivitas pertanian nasional tetap berjalan optimal.

"Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto," tegas Amran usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Menurutnya, kebijakan ini merupakan capaian bersejarah bagi sektor pertanian Indonesia.

Selain penurunan harga, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi guna mencukupi kebutuhan produksi di berbagai daerah sentra pertanian.

"Di era Bapak Presiden Prabowo Subianto, harga pupuk subsidi diturunkan 20 persen dan kuantumnya dinaikkan. Ini kebijakan luar biasa," tambah Mentan.

Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan volume pupuk subsidi sebanyak 9,8 juta ton yang ditargetkan menyasar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.

Senada dengan Mentan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, memastikan stok pupuk nasional dalam kondisi aman. Ia menegaskan bahwa konflik di Selat Hormuz yang mengganggu jalur logistik dunia tidak akan mengguncang ketersediaan pupuk di dalam negeri.

"Alhamdulillah, stok aman. Kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan seluruh pabrik beroperasi dengan baik. Posisi ini akan terus kita pertahankan," ujar Rahmad.

Rahmad mengakui bahwa Selat Hormuz adalah urat nadi distribusi pupuk dunia yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan global setiap bulannya. Namun, kemandirian industri pupuk nasional membuat Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog Jadi Badan Otonom Tunggu Keputusan Pemerintah

"Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, Pupuk Indonesia justru berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan. Negara besar seperti Brasil, Amerika Serikat, hingga Australia mulai terdampak gangguan pasokan, namun kita tetap stabil," jelasnya.

Sebelumnya, Rahmad juga telah menegaskan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak akan berubah.

"HET sudah turun 20 persen dan tidak ada rencana untuk menaikkannya kembali. Artinya, harga tetap," pungkas Rahmad. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi I DPR RI mendesak Universitas Pertahanan (Unhan) konsisten menerapkan aturan kebebasan berhijab bagi kadet peremp...

news | 17:12 WIB

Tim gabungan karhutla Kaltim berhasil memadamkan 13,8 hektare kebakaran di hutan konservasi Tahura Kukar dan KPH Bengalo...

news | 16:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi TNI, Polri, BPBD, dan Pemda Riau dalam penanganan karhutla. Langkah prev...

news | 15:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pencabutan izin usaha korporasi yang terindikasi melakukan atau menyuruh pemb...

news | 14:21 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah Pemprov mengusulkan tarif parkir Rp60 ribu per jam. Pembahasan tarif parkir...

news | 13:53 WIB