Tangkapan layar - Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim membaca kartu ucapan Idulfitri yang dikirimkan siswa dan siswi sekolah kebangsaan kepadanya, di Malaysia, Jumat (20/3/2026). (ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim)
Matamata.com - Pemerintah Malaysia resmi mengevaluasi dan menyesuaikan kuota pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis RON 95. Mulai 1 April 2026, kuota pembelian bagi masyarakat umum akan dipangkas dari 300 liter menjadi 200 liter per orang per bulan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah hasil penelitian menunjukkan rata-rata penggunaan RON 95 masyarakat hanya mencapai 100 liter per bulan. Data pemerintah mencatat hampir 90 persen rakyat Malaysia mengonsumsi BBM subsidi di bawah ambang 200 liter.
"Pemerintah akan menyesuaikan batas kelayakan kuota RON 95 menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026," ujar Anwar Ibrahim dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur, Kamis (26/3/2026) malam.
Langkah ini juga menjadi strategi penguatan ketahanan energi nasional di tengah potensi krisis global dan maraknya penyalahgunaan BBM subsidi yang viral di media sosial. Sesuai ketentuan, RON 95 subsidi seharga 1,99 ringgit (sekitar Rp8.437) per liter hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia dengan identitas sah.
Sementara itu, warga asing wajib membeli dengan harga normal sebesar 3,87 ringgit (Rp16.389) per liter. Adapun kendaraan bernomor polisi luar negeri, seperti Singapura, diwajibkan mengisi BBM jenis RON 97 dengan harga 5,15 ringgit (Rp21.812) per liter.
Insentif untuk Transportasi Daring Meski ada pemangkasan umum, pemerintah tetap memberikan dispensasi bagi pengemudi transportasi daring (ojol/taksi online). Mereka mendapatkan kuota hingga 800 liter per bulan, dengan syarat telah mencapai jarak tempuh kendaraan tertentu.
"Tanpa penyesuaian ini, kami khawatir ada kecenderungan penimbunan dan penyelundupan yang selama ini terdeteksi," tambah Anwar.
Selain itu, pembelian untuk kendaraan kecil (umum, barang, maupun pribadi) kini dibatasi maksimal 50 liter untuk setiap kali pengisian di SPBU demi menjamin keadilan distribusi pasokan.
Sentimen Selat Hormuz Dalam kesempatan yang sama, Anwar Ibrahim menginformasikan bahwa kapal tanker minyak Malaysia kini telah diperbolehkan melintasi Selat Hormuz. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas koordinasi tersebut.
Meski dibayangi ketidakpastian global, Anwar memastikan harga jual RON 95 bersubsidi tidak mengalami kenaikan dan tetap bertahan di angka 1,99 ringgit per liter. (Antara)
Baca Juga: Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Komisi VII DPR Puji Kinerja Pemerintah