DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menilai gagasan menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang kekuasaan negara keempat memerlukan kajian mendalam. Usulan yang sebelumnya dilempar oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiq

Elara | MataMata.com
Senin, 16 Maret 2026 | 12:29 WIB
Anggota DPR RI Komisi XI  Eric Hermawan saat mengikuti rapat di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (ANTARA/Ho-Eric Hermawan)

Anggota DPR RI Komisi XI Eric Hermawan saat mengikuti rapat di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (ANTARA/Ho-Eric Hermawan)

Matamata.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menilai gagasan menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang kekuasaan negara keempat memerlukan kajian mendalam. Usulan yang sebelumnya dilempar oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, tersebut harus ditinjau dari sisi akademis maupun praktik di lapangan.

Eric menjelaskan, posisi KPU saat ini telah diatur dalam Pasal 22E ayat (5) UUD NRI 1945, yang menyatakan KPU sebagai lembaga yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Menurutnya, mengubah posisi KPU menjadi cabang kekuasaan tersendiri akan berkonsekuensi besar secara hukum.

"Jika KPU ingin ditempatkan sebagai cabang kekuasaan negara keempat, maka diperlukan perubahan melalui amandemen UUD 1945," ujar Eric dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Namun, Eric meragukan wacana amandemen konstitusi tersebut akan menjadi prioritas dalam waktu dekat. Ia menilai situasi politik dan ekonomi saat ini masih menjadi fokus utama para elite politik ketimbang melakukan perubahan mendasar pada konstitusi.

Dalam praktik global, Eric memaparkan terdapat tiga model penyelenggara pemilu: model independen, model pemerintah, dan model campuran. Hingga kini, Indonesia konsisten menganut model lembaga independen.

Selain aspek konstitusional, Eric menekankan bahwa masalah utama yang mendesak bukanlah sekadar posisi lembaga, melainkan integritas personel. Ia merujuk pada data Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menunjukkan tingginya angka dugaan pelanggaran etik.

"Berdasarkan laporan DKPP, jumlah pengaduan dugaan pelanggaran etik sepanjang 2024 hingga 31 Januari 2025 mencapai 881 aduan. Ini melibatkan anggota KPU, Bawaslu, hingga PPLN," ungkapnya.

Baginya, angka tersebut menjadi alarm bahwa penguatan integritas kelembagaan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Eric mendorong agar mekanisme rekrutmen anggota KPU diperketat guna menghasilkan penyelenggara yang benar-benar berintegritas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi keamanan, akurasi daftar pemilih, serta pendidikan pemilih yang berkelanjutan. Eric meyakini bahwa di negara maju, lembaga pemilu bukan sekadar institusi administratif, melainkan ekosistem demokrasi yang menjamin kualitas suara rakyat.

"Dengan pertimbangan tersebut, kita bisa mendorong KPU menjadi lebih kuat dan berintegritas dalam mengawal demokrasi Indonesia," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB