Gempur Pantai Sungailiat, TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan Ribuan Prajurit

TNI AL gelar latihan Operasi Pertahanan Pantai di Sungailiat, Bangka Belitung. Libatkan 9 KRI, 7 pesawat, dan 1.443 personel untuk perkuat kedaulatan laut.

Elara | MataMata.com
Senin, 16 Februari 2026 | 12:43 WIB
TNI AL menggelar Management Control Lapangan Latihan Operasi Pertahanan Pantai Tahun Anggaran 2025 di Pantai Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026) ANTARA/HO-Dispen TNI AL

TNI AL menggelar Management Control Lapangan Latihan Operasi Pertahanan Pantai Tahun Anggaran 2025 di Pantai Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026) ANTARA/HO-Dispen TNI AL

Matamata.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus mempertajam taring kekuatan tempurnya melalui latihan Management Control Lapangan Operasi Pertahanan Pantai Tahun Anggaran 2025. Latihan besar ini digelar di Pantai Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, latihan ini merupakan simulasi komprehensif yang melibatkan 1.443 personel gabungan. Unsur yang terlibat mencakup personel kapal perang, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), hingga korps Marinir.

"Latihan ini menjadi pembuktian pentingnya kesiapsiagaan personel, ketepatan prosedur, serta soliditas antarunsur dalam mendukung keberhasilan Operasi Pertahanan Pantai," ujar Laksamana Muhammad Ali dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Dalam simulasi tersebut, TNI AL mengerahkan sedikitnya sembilan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan tujuh pesawat udara. Berbagai skema tempur dijalankan, mulai dari taktik serangan laut menggunakan KRI hingga simulasi penghalauan musuh yang mencoba merangsek masuk ke garis pantai nasional.

Kasal menilai seluruh rangkaian latihan berjalan sukses dan sesuai dengan kebutuhan operasional pasukan. Selain aspek militer, kehadiran TNI AL di pesisir Bangka Belitung juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang menyaksikan jalannya latihan.

"Diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap, profesional, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah pesisir nasional guna menjaga kedaulatan negara," tegas Kasal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB