Semangat Tanpa Batas: Di Usia 61 Tahun, Tatok Hardiyanto Kembali Sumbang Medali untuk Indonesia

Usia hanyalah angka bagi Tatok Hardiyanto. Atlet para-tenis meja andalan Indonesia ini membuktikan dedikasinya dengan kembali menyumbangkan medali bagi Merah Putih di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, meski kini telah menginjak usia 61 tahu

Elara | MataMata.com
Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:00 WIB
Atlet para tenis meja Indonesia Tatok Hardiyanto, menunggu proses pengalungan medali, di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Atlet para tenis meja Indonesia Tatok Hardiyanto, menunggu proses pengalungan medali, di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Matamata.com - Usia hanyalah angka bagi Tatok Hardiyanto. Atlet para-tenis meja andalan Indonesia ini membuktikan dedikasinya dengan kembali menyumbangkan medali bagi Merah Putih di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, meski kini telah menginjak usia 61 tahun.

Tatok sukses mengamankan medali perunggu pada nomor tunggal putra TT5 (kursi roda). Meski dominasinya sebagai langganan emas sempat terhenti, Tatok tetap bersyukur atas pencapaiannya di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1/2026).

"Medali perunggunya harus saya syukuri, walaupun biasanya saya bisa menyabet emas," ujar Tatok dengan rendah hati usai pertandingan.

Langkah Tatok terhenti di babak semifinal setelah mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Norakan Chanphaka, dengan skor 0-3 ($2-11$, $7-11$, $10-12$). Hasil ini sekaligus menjadi momen pertama kalinya ayah tiga anak tersebut gagal menembus partai puncak di klasifikasi TT5.

Namun, kegagalan melaju ke final tidak memadamkan api semangatnya. Bagi Tatok, torehan ini adalah pesan kuat bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi bagi negara.

"Saya masih ingin berprestasi untuk Tanah Air. Hasil ini menjadi pengalaman berharga karena lawan memang tampil lebih unggul dan pantas menang," tuturnya.

Tatok menyadari tantangan di level internasional semakin berat dengan munculnya atlet-atlet muda berbakat. Kendati demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus berlatih keras demi tetap bersaing di level tertinggi.

Peluang Tatok untuk menambah koleksi medali masih terbuka lebar. Ia dijadwalkan turun di nomor ganda putra MD8 berpasangan dengan Sefrianto. Mereka akan menghadapi tantangan berat melawan pasangan tuan rumah, Wanchai Chaiwut/Yuttajak Gunbancheun, pada Sabtu sore pukul 15.30 WIB.

Sebagai catatan, pada dua edisi APG sebelumnya di Solo (2022) dan Kamboja (2023), Tatok tampil sangat dominan dengan koleksi tiga medali emas dan satu perak di kelas 5 untuk nomor tunggal, beregu, serta ganda campuran.

Baca Juga: Wamentrans Dorong Produk Transmigrasi Mesuji Tembus Pasar Global dan Ritel Modern

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan aturan skema bagi hasil sektor pertambangan minerba tidak akan berubah selamany...

news | 12:15 WIB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan penanaman integritas sejak dini adalah kunci pencegahan korupsi PPDB, di...

news | 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari ...

news | 10:30 WIB

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan eks Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba t...

news | 10:30 WIB