Kritik Film 'Esok Tanpa Ibu': AI Tak Akan Pernah Bisa Gantikan Peran Ibu

Film Esok Tanpa Ibu karya sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, memotret fenomena pergeseran peran keluarga di tengah gempuran era digital.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kritik Film 'Esok Tanpa Ibu': AI Tak Akan Pernah Bisa Gantikan Peran Ibu

Kritik Film 'Esok Tanpa Ibu': AI Tak Akan Pernah Bisa Gantikan Peran Ibu

matamata.com - Film Esok Tanpa Ibu karya sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, memotret fenomena pergeseran peran keluarga di tengah gempuran era digital.

Film ini dinilai sebagai kritik tajam terhadap upaya manusia menggunakan teknologi sebagai solusi instan untuk menggantikan kehadiran fisik dan emosional orang tua.

Pemerhati anak dari Lembaga Pendidikan Informasi Media Publik (LaPISMedik), Hatita, menilai film ini secara ideologis menantang konsep technology solutionism—sebuah anggapan bahwa teknologi mampu menyelesaikan segala persoalan manusia.

"Secara ideologis, film ini menjadi kritik halus terhadap teknologi solutionism. Dari perspektif komunikasi budaya, terlihat adanya disharmoni antara peran anak dan orang tua," ujar Hatita di Makassar, Jumat (24/1/2026).

Menurutnya, kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang diposisikan sebagai pengganti ibu dalam film tersebut hanyalah bersifat semu. Teknologi, lanjut Hatita, tidak akan pernah mampu menduplikasi peran ibu yang sesungguhnya dan manusiawi.

"Film ini bukan sekadar drama keluarga, melainkan narasi transisi peradaban: dari keluarga biologis menjadi keluarga berbasis sistem digital," tambahnya.

Melalui tiga tokoh utama—ayah, ibu, dan anak—film ini menggambarkan krisis keluarga modern. Absennya figur ibu dan lemahnya peran ayah membuat teknologi muncul sebagai substitusi emosional. Namun, teknologi terbukti gagal mengisi kekosongan jiwa manusia.

Senada dengan hal tersebut, Pengamat Komunikasi Budaya dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr. Hadawiah, menegaskan bahwa ikatan batin tidak bisa diprogram.

"Ikatan emosi antara anak dan orang tua tidak dapat digantikan dengan teknologi AI. Begitu pula dengan pola komunikasi antarpersonal yang melibatkan perasaan; itu tidak akan pernah bisa didelegasikan kepada mesin," tegas Dr. Hadawiah. (Antara)

Baca Juga: Kesalahan Umum Karyawan Saat Memulai Usaha Sampingan

×
Zoomed
TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB