Mentan Amran Sebut Penyelundup 1.000 Ton Beras di Karimun Pengkhianat Bangsa

Mentan Amran Sulaiman geram atas penyelundupan 1.000 ton beras di Karimun. Ia menyebut pelaku sebagai pengkhianat bangsa dan merusak swasembada pangan.

Elara | MataMata.com
Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau temuan beras ilegal di Kawasan Bea Cukai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). ANTARA/HO-Bapanas

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau temuan beras ilegal di Kawasan Bea Cukai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). ANTARA/HO-Bapanas

Matamata.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengecam keras dugaan penyelundupan 1.000 ton beras di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Amran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap bangsa karena menodai pencapaian swasembada pangan nasional.

"Ini pengkhianat bangsa menurut saya. Kita sudah surplus, stok kita banyak mencapai tiga juta ton lebih, tapi masih ada yang memasukkan 1.000 ton secara ilegal. Ini tidak benar," ujar Amran saat meninjau temuan beras ilegal di Kawasan Bea Cukai Karimun, Senin (19/1/2026).

Amran mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini. Ia meminta seluruh pelaku ditindak tegas tanpa kompromi karena praktik tersebut berpotensi melemahkan 115 juta petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Apalagi, Pemerintah telah resmi mengumumkan capaian swasembada pangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah mengumumkan di Karawang dan di tingkat internasional bahwa kita swasembada. Jangan mengganggu swasembada kita," tegasnya.

Amran juga menyoroti kejanggalan jalur distribusi beras tersebut. Beras itu disebut berasal dari Tanjung Pinang—wilayah yang tidak memiliki sawah—dan rencananya akan dikirim ke Palembang, daerah yang justru mengalami surplus produksi.

Menurutnya, pola distribusi yang tidak masuk akal ini memperkuat dugaan adanya upaya menyamarkan jalur penyelundupan.

Guna memastikan transparansi, proses hukum akan dituntaskan melalui penyidikan Mabes Polri, Satgas Pangan, Polda setempat, dengan dukungan TNI dan Kejaksaan.

Lebih lanjut, Amran memperingatkan bahwa penyelundupan pangan tanpa prosedur karantina sangat berisiko membawa penyakit. Ia mencontohkan kasus impor ilegal pada masa lalu yang memicu wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hingga menyebabkan kerugian negara ratusan triliun rupiah.

Baca Juga: Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali

"Pernah terjadi dulu, kalau tidak salah tahun 2020. Hanya karena impor daging sedikit yang berpenyakit, muncul wabah PMK pada 2022-2023. Padahal sudah 100 tahun penyakit itu tidak ada di Indonesia," beber Amran.

Dampaknya sangat fatal, populasi sapi nasional menyusut drastis dari 17 juta menjadi sekitar 11 juta ekor. "Sekitar enam juta ekor mati, nilainya mencapai Rp135 triliun. Penyelundupan tanpa karantina berisiko membawa bakteri yang membahayakan pertanian dan peternakan kita," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensesneg Prasetyo Hadi tegaskan arahan Presiden Prabowo: Sistem pemilu harus demi rakyat. Istana bantah isu Pilpres dip...

news | 16:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau banjir di Tambun Utara, Bekasi. Ia instruksikan Forkopimda dampingi warga dan prior...

news | 15:03 WIB

MK perjelas Pasal 8 UU Pers. Wartawan kini terlindungi dari pidana langsung sebelum melalui mekanisme sengketa di Dewan ...

news | 14:15 WIB

DPR dan Pemerintah sepakat tidak merevisi UU Pilkada tahun ini. Sufmi Dasco Ahmad tegaskan RUU Pilkada tak masuk Prolegn...

news | 13:00 WIB

Korlantas Polri targetkan e-BPKB wajib untuk kendaraan baru mulai 2027. Simak keunggulan chip RFID dan kemudahan urus mu...

news | 12:15 WIB

Kementrans perluas Program Ekspedisi Patriot 2026 dengan menggandeng 10 kampus top Indonesia. Fokus pada pengabdian infr...

news | 11:22 WIB

Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan Richard Lee hari ini karena kondisi kesehatan yang tidak fit. Simak detail kasus da...

news | 10:00 WIB

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) menjalani sidang perdana kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 senilai Rp201 mi...

news | 09:00 WIB

Ormas Gerakan Rakyat resmi deklarasi jadi partai politik. Ketua Umum Sahrin Hamid tegaskan dukungan untuk Anies Baswedan...

news | 07:00 WIB

Basarnas melanjutkan evakuasi pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Senin (19/1) pagi menggunakan Helikopter Caracal ...

news | 06:30 WIB