Dorong Ketahanan Pangan, BRIN Kembangkan Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mengembangkan mi alternatif bebas gluten berbahan dasar sorgum. Langkah ini diambil sebagai upaya diversifikasi pangan sekaligus mengurangi keterg

Elara | MataMata.com
Rabu, 21 Januari 2026 | 13:15 WIB
Petani memanen tanaman sorgum di Pusat Pengembangan Sorgum Nasional, Sein Farm, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).

Petani memanen tanaman sorgum di Pusat Pengembangan Sorgum Nasional, Sein Farm, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).

Matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mengembangkan mi alternatif bebas gluten berbahan dasar sorgum. Langkah ini diambil sebagai upaya diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN, Hens Saputra, menegaskan pentingnya kedaulatan pangan melalui pemanfaatan sumber pangan selain beras dan jagung. Menurutnya, sorgum merupakan komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan di tanah air.

"Sorgum mungkin belum terlalu populer, namun tanaman ini sangat cocok dibudidayakan di Indonesia karena kaya serat dan relatif tahan terhadap cuaca ekstrem," ujar Hens dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1).

Hens menyoroti tingginya konsumsi terigu di masyarakat yang selama ini hanya bisa dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, tren gaya hidup sehat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk non-gluten. Hal ini menjadi peluang besar bagi mi sorgum untuk masuk ke pasar sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan.

Guna mempercepat pemanfaatan inovasi ini, BRIN telah menggandeng sejumlah perusahaan swasta melalui pelatihan alih teknologi. Kerja sama ini diharapkan mampu memproduksi mi sorgum secara massal agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

"Kehadiran industri mi sorgum diharapkan mampu memicu tumbuhnya industri kecil dan menengah (IKM), membuka peluang usaha baru, serta menarik mitra strategis termasuk dari luar negeri," tambah Hens.

Selain untuk bahan pangan, BRIN memproyeksikan sorgum sebagai industri terintegrasi yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak hingga energi terbarukan seperti etanol. Saat ini, sorgum juga telah diolah menjadi berbagai produk turunan seperti gula, kecap, tepung, hingga produk perawatan kulit (face mist). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan ribuan triliun kekayaan negara yang dicuri demi sur...

news | 18:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana penyelamatan negara Rp10,27 triliun akan dialokasikan langsung untuk merenovas...

news | 18:18 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook yang diduga merugikan neg...

news | 18:15 WIB

WWF Indonesia bersama influencer ajak pemerintah, swasta, dan masyarakat kolaborasi promosikan pangan lokal guna kikis s...

news | 18:12 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbanyak menu telur di program Makan Bergizi Gratis un...

news | 12:05 WIB

Komisi VII DPR RI meminta LPP TVRI menjaga kualitas siaran Piala Dunia 2026 demi marwah lembaga setelah absen selama 30 ...

news | 12:00 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi Chromebook Rp2,18 triliun hari ini....

news | 09:45 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan 71 persen SPPG di Sulawesi Selatan telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi ...

news | 09:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima pengurus Pemuda Masjid Dunia di Istana. Indonesia bersiap jadi tuan rumah MTQ Ant...

news | 07:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Menhub Dudy Purwagandhi meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A. Target rute HI-Monas bero...

news | 06:00 WIB