Menteri PU Targetkan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tak Lagi di Tenda Saat Ramadhan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Target utamanya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian saat me

Elara | MataMata.com
Rabu, 21 Januari 2026 | 12:00 WIB
Suasana hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh. (ANTARA/HO - Kementerian PU)

Suasana hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh. (ANTARA/HO - Kementerian PU)

Matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Target utamanya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H.

"Kita dorong secepat mungkin. Kami bekerja keras agar saat Ramadhan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Tujuannya agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan maksimal," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1).

Saat ini, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek ini telah mencapai progres 98,75 persen dan segera siap dimanfaatkan oleh warga.

Pembangunan huntara ini menggunakan metode inovatif Modular Lite (MOLI). Teknologi ini memungkinkan konstruksi dilakukan secara cepat tanpa alat berat, sehingga sangat efektif diterapkan di lokasi pascabencana. Proyek ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1.

Secara teknis, kompleks Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan total luas bangunan 2.052 meter persegi. Fasilitas ini terdiri dari 7 blok hunian yang mencakup 114 modul untuk menampung 84 kepala keluarga (sekitar 336 jiwa).

Fasilitas pendukung pun telah disiapkan secara lengkap, mulai dari 42 unit mandi, cuci, kakus (MCK), area komunal multifungsi, area jemur, mushola, hingga genset dan toren air. Untuk kebutuhan air bersih, pemerintah menyediakan sumur bor dan tandon, sementara pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek dan pasokan listrik dari PLN.

Menteri Dody menekankan bahwa penyelesaian ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin penanganan bencana tidak hanya menyentuh fisik bangunan, tetapi juga menjamin kenyamanan psikologis warga.

"Ini sesuai arahan Bapak Presiden. Kami memberikan dukungan penuh agar masyarakat di Aceh dan Sumatera Barat bisa beribadah dengan tenang selama Ramadhan, meski masih dalam kondisi pascabencana," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan praktik jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Pati, Sudewo ...

news | 11:08 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan rencana ambisius untuk membangun 10 universitas baru yang difokuskan pada bida...

news | 10:45 WIB

Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam F...

news | 09:15 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Uni Eropa (UE) tidak akan ragu menggunakan mekanisme perdagangan anti-...

news | 08:15 WIB

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di London, Inggris, dengan menghadiri...

news | 07:00 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp7,49 triliun untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini d...

news | 15:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan sambutan hangat dari mahasiswa Indonesia saat tiba di Hotel Raffles, London, Inggr...

news | 14:15 WIB

Bali resmi dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026. Menpar Widiyanti Putri bangga Indonesia borong 32 penghargaa...

news | 12:00 WIB

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki membeberkan data mengejutkan terkait aktivitas perkebunan di Indonesia...

news | 11:00 WIB

Indonesia dan Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London. Simak detail kerja sama sektor energi, digita...

news | 10:15 WIB