Tak Lagi Impor, Indonesia Bikin Harga Beras Dunia Anjlok 44 Persen!

Mentan Amran Sulaiman ungkap swasembada beras Indonesia di era Presiden Prabowo sukses tekan harga beras global hingga 44%. Simak data stok nasional 2026 selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Januari 2026 | 07:00 WIB
Tak Lagi Impor, Indonesia Bikin Harga Beras Dunia Anjlok 44 Persen!

Tak Lagi Impor, Indonesia Bikin Harga Beras Dunia Anjlok 44 Persen!

matamata.com - Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian swasembada beras Indonesia berdampak signifikan pada pasar internasional.

Kebijakan Indonesia yang berhenti mengimpor beras disebut telah menekan harga komoditas tersebut di tingkat global hingga 44 persen.

"Dampak positifnya adalah harga pangan (beras) dunia turun dari 650 dolar AS per metrik ton menjadi 340 dolar AS per metrik ton. Turun 44 persen," ujar Mentan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/1/2026).

Amran menjelaskan, keputusan Indonesia untuk tidak melakukan impor sejak tahun 2025 menyebabkan pasokan beras di negara-negara eksportir seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan menjadi melimpah. Hal ini secara otomatis mengoreksi harga pasar dunia ke level terendah.

"Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional. Karya mereka dinikmati dunia hari ini. Inilah puncak kebahagiaan petani," imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok beras nasional pada awal tahun 2026 mencapai 3,25 juta ton. Angka ini mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki stok di atas 3 juta ton pada pembukaan tahun tanpa mengandalkan impor.

Sebagai perbandingan, dalam 18 tahun terakhir, stok akhir Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tanpa impor tidak pernah menyentuh angka 3 juta ton. Pada 2008, stok hanya berada di angka 1,1 juta ton, sementara pada periode 2019-2021 rata-rata stok hanya berkisar antara 0,8 hingga 2,2 juta ton.

"Saat ini tidak ada impor, barang di luar negeri melimpah. Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia," beber Amran.

Data FAO Perkuat Pengaruh Indonesia

Pengaruh Indonesia di pasar global juga tercermin dalam laporan The Food and Agriculture Organization (FAO). Melalui The FAO All Rice Price Index (FARPI), tercatat indeks harga beras dunia mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir pada November 2025, yakni di level 96,9.

Baca Juga: Diduga Wanprestasi, Adly Fairuz Digugat Hampir Rp 5 Miliar di PN Jaksel

Kondisi ini serupa dengan tren tahun 2021, di mana saat itu Indonesia juga tidak melakukan importasi beras dan indeks FARPI berada di level rendah 97,9.

Mentan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Peningkatan produksi nasional diklaim tidak hanya mengamankan konsumsi dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui kenaikan harga gabah.

"Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi seluruh petani Indonesia. Mereka sangat bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik, kesejahteraan petani ikut naik," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB