Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp335 Triliun, Targetkan 82 Juta Penerima

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ungkap anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 capai Rp335 triliun. Simak dampak ekonominya bagi 82 juta penerima.

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Januari 2026 | 09:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kiri) dalam jumpa pers di sela Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026). ANTARA/Harianto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kiri) dalam jumpa pers di sela Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun 2026. Program ini diproyeksikan menjadi mesin baru penggerak ekonomi nasional sekaligus peningkatan gizi masyarakat.

Airlangga menegaskan bahwa seluruh pendanaan MBG bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini menjamin keberlangsungan dan keterukuran layanan bagi para penerima manfaat.

“Jaminannya itu APBN. Tahun ini pemerintah menyiapkan untuk MBG sebesar Rp335 triliun, jadi aman,” ujar Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selain aspek kesehatan, Airlangga menyoroti efektivitas model bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai sangat sehat secara finansial.

Menurutnya, sistem pembayaran di awal (dibayar sebelum produksi) membuat arus kas pelaksana SPPG stabil dan kuat. Kondisi ini merangsang investasi lokal dan replikasi unit dapur baru di berbagai daerah, seperti yang mulai terlihat dari partisipasi masyarakat di Lamongan.

Dari total anggaran tersebut, setiap kuartal diperkirakan akan mengalir dana hampir Rp80 triliun langsung ke tingkat akar rumput (grassroot). Angka ini jauh melampaui stimulus pemerintah pada kuartal I tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp37 triliun.

“Jika program ini meluncur ke grassroot sebesar Rp80 triliun per kuartal, tentu akan memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan produksi,” tambahnya.

Pemerintah menghitung program MBG berpotensi menyerap hingga tiga juta tenaga kerja. Secara makro, program ini diprediksi mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7 persen.

“Asumsi moderatnya, jika terealisasi setengah dari potensi tersebut, MBG tetap memberikan tambahan sekitar 3 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026,” pungkas Airlangga.

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Notaris Berinisial FH Dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementan dan BUMN berencana bangun pabrik pengolahan gambir di Sumbar untuk hilirisasi. PTPN IV akan mengelola pabrik di...

news | 15:15 WIB

Kemenhan RI dan Amerika Serikat menyepakati kerja sama pencarian serta repatriasi kerangka prajurit AS korban Perang Dun...

news | 15:12 WIB

KPK menyoroti pengadaan 25.644 motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Simak analisis KPK terkait kerawanan korups...

news | 12:15 WIB

KPK ungkap inisial ZA sebagai perantara suap 1 juta dolar AS dari Yaqut Cholil Qoumas ke Pansus Haji DPR. Simak kronolog...

news | 11:30 WIB

China peringatkan dampak fatal blokade AS di Selat Hormuz bagi pasokan energi global. Trump ancam eliminasi kapal Iran, ...

news | 10:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris untuk bertemu Emmanuel Macron guna membahas kerja sama strategis dan stabilitas ...

news | 10:06 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya ungkap hasil pertemuan 5 jam Presiden Prabowo dan Putin di Moskow. Bahas ketahanan energi, hil...

news | 09:15 WIB

Pemprov Jabar luncurkan aplikasi Imah Aing untuk permudah pengajuan bantuan Rutilahu. Gubernur Dedi Mulyadi juga wajibka...

news | 08:15 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan Malaysia berencana impor 200 ribu ton beras dari Indonesia di tengah stok...

news | 07:00 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan harga beras tidak naik meski biaya kemasan terancam kelangkaan biji plastik. S...

news | 06:00 WIB