Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!

Rupiah berpotensi menguat hari ini seiring jatuhnya indeks Dolar AS akibat penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell oleh pemerintahan Trump. Simak analisis lengkapnya.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell (kiri) pada Selasa (22/7/2025). Pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menghentikan pertimbangan mengganti Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ANTARA/HO-Andolu/pri.

Ilustrasi - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell (kiri) pada Selasa (22/7/2025). Pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menghentikan pertimbangan mengganti Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ANTARA/HO-Andolu/pri.

Matamata.com - Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/1), menyusul kabar mengejutkan dari Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa sentimen ini memicu penurunan tajam pada indeks dolar AS (DXY). "Trump membuka penyelidikan kriminal atas Powell. Kondisi ini membuat dolar AS tertekan, sehingga rupiah berpotensi berbalik menguat," ujar Lukman di Jakarta, Senin.

Intervensi Independensi Bank Sentral Penyelidikan ini berkaitan dengan proyek renovasi gedung kantor pusat Federal Reserve yang bernilai miliaran dolar. Departemen Kehakiman AS dilaporkan telah melayangkan surat panggilan pengadilan kepada The Fed terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni lalu.

Dalam pernyataan resminya, Powell menyebut langkah pemerintah tersebut sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pelaku pasar menilai upaya ini sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap independensi bank sentral AS.

"Pasar bereaksi besar terhadap isu independensi ini. Namun, investor perlu waspada karena pergerakan bisa sangat fluktuatif (volatile) di kedua arah," tambah Lukman.

Data Ekonomi AS Masih Solid Meskipun dolar tertekan oleh isu politik, data ekonomi AS terpantau masih cukup tangguh. Tingkat pengangguran AS pada Desember 2025 turun menjadi 4,4 persen, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 4,5 persen. Selain itu, izin pembangunan perumahan melonjak menjadi 1,41 juta, melampaui ekspektasi 1,35 juta.

Tingkat kepercayaan konsumen AS juga tercatat menguat di level 54, lebih tinggi dari estimasi awal di angka 53,5. Kuatnya data ekonomi ini diprediksi akan menjadi penahan agar dolar AS tidak merosot terlalu dalam.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini di Jakarta, rupiah sempat bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen ke level Rp16.847 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.819 per dolar AS. Namun, seiring masuknya sentimen dari AS, rupiah diharapkan mampu memangkas pelemahan dan berbalik ke zona hijau. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Description: Komisi III DPR RI mengusulkan agar RUU Polri terbaru turut mengatur netralitas anggota aktif terhadap ormas...

news | 14:28 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR M. Sarmuji mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) transparan dalam penunjukan titik SPPG dan mengeva...

news | 14:24 WIB

KSP tegaskan komitmen selamatkan aset negara. Kepala KSP Dudung Abdurachman sebut Satgas PKH berhasil amankan aset & keu...

news | 14:21 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan agar jabatan utama nonoperasional di Polri dapat diisi oleh sipil lewat revisi UU...

news | 12:51 WIB

Menkum Supratman Andi Agtas ingatkan ASN jangan main-main dengan layanan publik usai kasus korupsi Wamen Imigrasi Silmy ...

news | 12:45 WIB

Mendag Budi Santoso resmi merevisi aturan PMSE (Permendag 31/2023). Kini, pedagang online wajib punya izin usaha, dan fi...

news | 11:29 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mendukung penuh KPK mengusut dugaan korupsi izin tinggal WNA Rp145,5 miliar yan...

news | 11:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pastikan tarif bus Transjabodetabek, termasuk rute Blok M - Bandara Soetta naik bulan...

news | 10:07 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memberikan peringatan keras bahwa korupsi akan dikejar sampai pensiun. Kemensos kini menonaktifka...

news | 08:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung program bedah rumah (BSPS) di Bantul. Pemerint...

news | 07:15 WIB