Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kedua kiri) didamping Wakil Gubernur Sumut Surya (kedua kanan) mengikuti rapat pembahasan pembangunan hunian tetap pascabencana Sumatera bersama sejumlah menteri secara daring di Medan, Sumut, Kamis (25/12/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Sumut
Matamata.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menginstruksikan empat pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang baru dilantik untuk bekerja lebih cepat dan tepat. Fokus utama para pejabat ini adalah percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumut pada akhir November tahun lalu.
"Saya minta bekerja cepat dan tepat karena kita perlu percepatan, terutama pemulihan pascabencana," ujar Bobby Nasution usai melantik para pejabat tersebut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (2/1/2026).
Bobby menekankan bahwa keempat pejabat tersebut memiliki peran krusial dalam masa transisi pemulihan. Salah satu prioritas utama adalah pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor di empat kabupaten/kota.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut yang baru, Rahmat Hidayat Siregar, diminta mengawal ketat progres pembangunan 648 unit huntap. Proyek ini tersebar di Sibolga (200 unit), Tapanuli Tengah (118 unit), Tapanuli Utara (103 unit), dan Tapanuli Selatan (227 unit).
"Misalnya Perkim, harus ikut memastikan penanganan pembangunan huntap berjalan sesuai target," tegas Bobby.
Selain infrastruktur, Bobby juga menyoroti pemulihan dari sisi ekonomi dan sosial. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diminta mengatasi perlambatan ekonomi akibat bencana. Sementara itu, Dinas Sosial diperintahkan berkolaborasi dengan Kementerian Sosial guna memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan baik.
Sektor kesehatan mental juga menjadi perhatian. Direktur RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem ditugaskan khusus untuk melakukan program pemulihan mental (trauma healing) bagi para korban bencana.
Dalam arahannya, Bobby kembali mengingatkan pentingnya implementasi tagline "Kolaborasi Sumut Berkah". Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, melainkan menghasilkan dampak maksimal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Tahun 2026 banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, termasuk penyelesaian pascabencana. Saya minta tolong maknai kolaborasi itu sebagai kecepatan dan ketepatan," tutupnya.
Adapun keempat pejabat eselon II yang dilantik adalah:
Baca Juga: Kejar Swasembada Beras, Kementan Genjot Optimasi Lahan di 24 Provinsi