Kejar Swasembada Beras, Kementan Genjot Optimasi Lahan di 24 Provinsi

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu program optimasi lahan guna meningkatkan produktivitas padi nasional. Program ini fokus pada peningkatan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting untuk memperkuat fondasi swasembada beras berkelanjutan.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:30 WIB
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto. (ANTARA/HO-Kementerian Pertanian)

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto. (ANTARA/HO-Kementerian Pertanian)

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu program optimasi lahan guna meningkatkan produktivitas padi nasional. Program ini fokus pada peningkatan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting untuk memperkuat fondasi swasembada beras berkelanjutan.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyatakan bahwa optimasi lahan merupakan strategi utama untuk mendongkrak produksi tanpa harus membuka lahan baru.

“Kami mendapat arahan langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggiatkan optimasi lahan. Sawah yang sebelumnya hanya satu kali tanam, kami dorong menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Hermanto menjelaskan, optimasi ini dilakukan melalui perbaikan menyeluruh pada infrastruktur pertanian. Hal ini mencakup pembangunan serta rehabilitasi tanggul, pintu air, jaringan irigasi, hingga sistem drainase.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan unit pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk pengolahan lahan.

Program ini menyasar lahan sawah dengan indeks pertanaman rendah (di bawah dua kali tanam setahun) agar lebih produktif.

"Di lapangan sudah terlihat hasilnya. Produktivitas meningkat, panen bisa lebih dari dua kali, dan pendapatan petani ikut naik," tambahnya.

Capaian Target 2025-2026 Berdasarkan data per 1 Januari 2026, program ini menunjukkan kemajuan signifikan. Realisasi tahap Survey, Investigation, and Design (SID) telah mencapai 98,64 persen dari total target 500.000 hektare yang ditetapkan pada 2025.

Sementara itu, progres konstruksi fisik di lapangan telah mencapai 78 persen dan tersebar di 24 provinsi sentra pertanian. Pelaksanaan di sejumlah daerah dijadwalkan berlanjut hingga Maret 2026 melalui mekanisme Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahunan (RPATA) sesuai regulasi keuangan terbaru (PMK Nomor 84 Tahun 2025).

Kementan berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program di daerah demi memastikan kebutuhan beras nasional terpenuhi dari produksi dalam negeri. "Harapannya, optimasi lahan ini mampu mewujudkan swasembada beras secara berkelanjutan," pungkas Hermanto. (Antara)

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Pelebaran Defisit APBN Tak Ganggu Kinerja Ekonomi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)...

news | 16:00 WIB

Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi terbaru dalam pemelihar...

news | 15:00 WIB

Sistem hukum Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai hari ini, Jumat (2/1/2026), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KU...

news | 14:00 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan berkas perkara tersangka utama aktivitas penambangan ilegal di kawasan konse...

news | 13:15 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peran ulama, pondok pesantren, dan umara (pemerintah) me...

news | 12:00 WIB

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi membuka akses Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, bag...

news | 11:12 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyiapkan rencana transformasi Kawasan Menteng, Jakart...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengawali hari pertama tahun 2026 dengan meninjau pembangunan rumah hunian Danantara serta men...

news | 07:17 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana menerapkan regulasi baru bagi wisatawan mancanegara (wisman) mulai tahun 20...

news | 06:00 WIB

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membuka ruang dialo...

news | 17:15 WIB