Penanganan Bencana Era Prabowo Gunakan Pendekatan TSM, Anti-'Wisata Bencana'

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Pendekatan ini merupakan instr

Elara | MataMata.com
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:47 WIB
Penanganan Bencana Era Prabowo Gunakan Pendekatan TSM, Anti-'Wisata Bencana'

Penanganan Bencana Era Prabowo Gunakan Pendekatan TSM, Anti-'Wisata Bencana'

matamata.com - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Pendekatan ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.

Ivan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah berulang kali menekankan komitmennya, baik dalam Sidang Kabinet Paripurna maupun saat meninjau langsung lokasi bencana. Salah satu poin krusial yang ditegaskan Kepala Negara adalah larangan keras praktik "wisata bencana" oleh para pejabat.

"Presiden menekankan agar tidak ada praktik 'wisata bencana' oleh pejabat. Setiap kunjungan ke lokasi bencana harus disertai kerja nyata dan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak," ujar Ivan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (3/1).

Implementasi arahan tersebut terlihat saat Presiden mengunjungi wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam setiap kunjungan, Prabowo memboyong menteri dan pejabat strategis seperti Menteri PU, Panglima TNI, Menteri ESDM, hingga Dirut PLN untuk segera mengeksekusi solusi di lapangan.

Sebagai contoh nyata, Ivan menyebut pembangunan jembatan darurat oleh personel TNI berhasil rampung dalam waktu kurang dari satu minggu. Pencapaian ini jauh lebih cepat dari estimasi awal berkat koordinasi yang ketat.

Guna memperkuat manajemen lapangan, Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan.

Selain aspek teknis, Ivan menyoroti gaya kepemimpinan lapangan Prabowo yang kental dengan latar belakang prajurit. Menurutnya, Presiden terbiasa turun langsung untuk memastikan perintah berjalan efektif sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga.

"Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan kehadiran dan perhatian negara," tambah Ivan.

Dalam jangka panjang, Pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap), perbaikan fasilitas publik, bantuan stimulan, hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak. Strategi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga memulihkan ekonomi warga pascabencana.

"TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat, terencana, koordinatif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.  (Antara)

Baca Juga: Bulog Terapkan Pembayaran Gabah Nontunai Mulai 2026, Cegah Korupsi dan Kriminalitas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB