Bulog Terapkan Pembayaran Gabah Nontunai Mulai 2026, Cegah Korupsi dan Kriminalitas

Perum Bulog melakukan transformasi besar dalam tata kelola pengadaan pangan nasional. Mulai tahun 2026, Bulog mendorong skema pembayaran gabah kepada petani secara nontunai atau digital guna memperkuat keamanan transaksi dan efisiensi lapangan.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:00 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Perum Bulog melakukan transformasi besar dalam tata kelola pengadaan pangan nasional. Mulai tahun 2026, Bulog mendorong skema pembayaran gabah kepada petani secara nontunai atau digital guna memperkuat keamanan transaksi dan efisiensi lapangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar petani memiliki rekening bank resmi sehingga proses transaksi lebih aman dari risiko kejahatan.

"Untuk tahun 2026, kami sedang kembangkan sistem pembayaran Bulog yang tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan uang digital," ujar Rizal dalam jumpa pers "Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026" di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Rizal menekankan bahwa dengan sistem digital, petani tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar saat musim panen, yang selama ini rawan menjadi sasaran kriminalitas. Selain itu, sistem ini otomatis meningkatkan inklusi keuangan karena petani akan memiliki akses langsung ke layanan perbankan formal.

"Tujuannya agar aman. Kalau membawa uang tunai hingga ratusan juta rupiah itu sangat berbahaya, rawan perampokan. Dengan rekening, petani bisa langsung menabung," jelasnya.

Dari sisi manajemen, sistem nontunai memungkinkan pencatatan transaksi secara real-time. Data serapan gabah dari seluruh wilayah akan tersinkronisasi ke pusat per detik, sehingga memudahkan pemantauan nominal dan volume serapan secara akurat.

Lebih jauh, Rizal menegaskan bahwa digitalisasi adalah instrumen utama dalam mencegah praktik korupsi. Skema ini menutup celah penyimpangan di lapangan dan memastikan akuntabilitas petugas Bulog.

"Ini untuk meminimalisir korupsi. Kita harus antisipasi jika ada oknum di lapangan yang mencoba bermain. Begitu diklik, data langsung masuk ke pusat. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan publik," tegas Rizal.

Untuk mendukung kelancaran program ini, Bulog bersinergi dengan perbankan milik negara (Himbara) seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Bank-bank tersebut diminta aktif menjemput bola ke desa-desa untuk mempercepat pembukaan rekening bagi para petani.

"Kami akan kumpulkan perbankan nasional. Harapannya, petani menjadi nasabah baru sehingga proses pembayaran lebih mudah, aman, dan terkontrol," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Bulog Bakal Libatkan Karang Taruna Jadi Tim Jemput Gabah Petani

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyiapkan skema baru untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah ...

news | 07:00 WIB

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menginstruksikan empat pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang...

news | 06:00 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu program optimasi lahan guna meningkatkan produktivitas padi nasional. Prog...

news | 16:30 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)...

news | 16:00 WIB

Perum Bulog resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi terbaru dalam pemelihar...

news | 15:00 WIB

Sistem hukum Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai hari ini, Jumat (2/1/2026), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KU...

news | 14:00 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan berkas perkara tersangka utama aktivitas penambangan ilegal di kawasan konse...

news | 13:15 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peran ulama, pondok pesantren, dan umara (pemerintah) me...

news | 12:00 WIB

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi membuka akses Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, bag...

news | 11:12 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyiapkan rencana transformasi Kawasan Menteng, Jakart...

news | 08:15 WIB