Produksi Garam Nasional 2025 Capai 1 Juta Ton, KKP Fokus Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi garam nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 1 juta ton. Jumlah tersebut mencakup hasil produksi dari tambak rakyat maupun pelaku usaha.

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Desember 2025 | 17:11 WIB
Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Frista Yorhanita (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Frista Yorhanita (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Matamata.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi garam nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 1 juta ton. Jumlah tersebut mencakup hasil produksi dari tambak rakyat maupun pelaku usaha.

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita, menjelaskan bahwa angka produksi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, terutama tingginya intensitas hujan yang menghambat proses pembentukan garam.

“Produksi nasional saat ini masih sekitar 2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 4,5 hingga 5 juta ton. Karena itu kita masih melakukan impor sekitar 2,6 sampai 3 juta ton per tahun, terutama untuk kebutuhan industri,” ujar Frista dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/12).

Frista mengakui penurunan ini menjadi tantangan dalam mengejar target swasembada garam pada 2027. Sebagai langkah strategis, KKP menjalankan dua program utama pada 2025, yakni intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas lahan yang ada dan ekstensifikasi melalui pengembangan lahan tambak baru.

Program Intensifikasi dan Bantuan Infrastruktur Program intensifikasi dilakukan di empat wilayah, yakni Indramayu, Cirebon, Pati, dan Sabu Raijua. Langkah ini meliputi revitalisasi tambak, perbaikan saluran air guna mengatasi masalah sedimentasi di Pantura Jawa, serta pembangunan gudang penyimpanan.

KKP memberikan bantuan berupa gudang rakyat berkapasitas 100 ton serta gudang garam dengan kapasitas 2.000 hingga 7.000 ton di lokasi-lokasi tersebut. Selain itu, diberikan bantuan geomembran untuk mempercepat evaporasi dan pengembangan inovasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Teknologi SWRO diharapkan dapat meningkatkan kualitas garam hingga memiliki kadar NaCl di atas 97 persen, sehingga mampu memenuhi spesifikasi kebutuhan industri dalam negeri.

“Harapan kami dengan yang sudah kami lakukan di 2025 ini, untuk intensifikasi tadi kami bisa meningkatkan produksi 30 persen dari produksi eksisting sekarang,” ungkap Frista.

Pengembangan Lahan Baru di Rote Ndao Untuk program ekstensifikasi, KKP membangun tambak garam baru seluas 800 hektare di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2026.

Dengan target produktivitas 200 ton per hektare, lahan di Rote Ndao diperkirakan mampu menyumbang produksi garam nasional sebanyak 160 ribu ton per tahun mulai 2026 mendatang. (Antara)

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Tegaskan Larangan Kekerasan di Gaza Pascapertemuan Trump-Netanyahu

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan tindak lanjut atas temua...

news | 14:30 WIB

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan k...

news | 13:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan dukungan penuh pada program BSPS dan 3 juta rumah. Ia menyebut suksesnya program hunian...

news | 12:00 WIB

KPK beri sinyal segera periksa suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terkait dugaan aliran dana korupsi...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai cermin identitas dan soft power bangsa pada Hari Film Nasional 2026. Simak komitm...

news | 10:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa Garuda layak menang atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026 meski kalah 0-1...

news | 09:15 WIB

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull d...

news | 08:15 WIB

Ketua BTN Sumardji mengingatkan John Herdman bahwa chemistry pemain adalah kunci utama jika ingin membawa Timnas Indones...

news | 07:15 WIB

KPK menduga Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba mengalirkan uang 406.000 dolar AS ke Gus Alex dalam kasus korupsi kuota haji ...

news | 06:00 WIB