Papua Dibidik Swasembada Pangan, Mentan Optimistis Tercapai dalam Tiga Tahun

Pemerintah menargetkan Papua mampu mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu maksimal tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan di wilaya

Elara | MataMata.com
Rabu, 17 Desember 2025 | 10:11 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar jumpa pers di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Selasa (16/12/2025), menjelaskan strategi pemerintah mewujudkan swasembada pangan di Papua. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar jumpa pers di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Selasa (16/12/2025), menjelaskan strategi pemerintah mewujudkan swasembada pangan di Papua. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Matamata.com - Pemerintah menargetkan Papua mampu mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu maksimal tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan di wilayah timur Indonesia.

Untuk mewujudkan target itu, pemerintah akan melakukan pencetakan sawah baru sekaligus mengoptimalkan penanaman serta pemanfaatan pangan lokal, khususnya sagu, yang menjadi komoditas utama masyarakat Papua.

“Papua itu, kita akan swasembadakan Papua paling lambat 3 tahun. Kalau bisa 2 tahun selesai,” kata Mentan Amran Sulaiman saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Selasa (16/12).

Amran memaparkan, kebutuhan beras di Papua saat ini mencapai sekitar 660.000 ton per tahun. Sementara itu, produksi beras lokal baru berada di kisaran 120.000 ton per tahun. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 500.000 ton yang perlu dipenuhi agar Papua dapat swasembada beras.

“Nah, 500.000 ton membutuhkan sawah 100.000 hektare. Kita sudah bagi, Papua Selatan, Papua, dan Papua Barat. Bahkan, 6 provinsi juga memohon untuk cetak sawah. Insyaallah paling 3 tahun, bisa jadi (terwujud dalam) 2 tahun selesai 100.000 (ha) sehingga Papua adalah swasembada pangan,” ujar Amran Sulaiman.

Selain pengembangan sawah, pemerintah juga berencana merevitalisasi industri sagu di Papua. Amran menyebutkan, pabrik sagu yang berada di Sorong, Papua Barat Daya, akan kembali diaktifkan untuk mendukung pemanfaatan pangan lokal.

“Kemudian tadi, ada perbaikan pabrik sagu. Kita akan selesaikan di Sorong. Kita akan aktifkan kembali. Sudah dibangun, tetapi harus diaktifkan kembali,” kata Mentan Amran Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian pangan tidak hanya secara nasional, tetapi hingga tingkat pulau.

Menurutnya, jika setiap pulau mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dapat dikurangi. Kondisi itu diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan inflasi nasional.

“Mimpi kita adalah seluruh pulau-pulau (swasembada pangan). Kalimantan sudah, Sulawesi sudah, Sumatera sudah swasembada. Jawa surplus. Mimpi kita, seluruh Indonesia swasembada pangan sehingga dia ngangkut, itu tidak ada diangkut antarpulau, dan ini adalah solusi permanen masalah inflasi,” ujar Amran Sulaiman. (Antara)

Baca Juga: 5 Hal tentang Iko Uwais: Dari Merantau ke Hollywood, Kini Kembali Membangkitkan Sinema Aksi Indonesia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB