Menteri LH Temukan Kerusakan Hulu DAS di Aceh, Diduga Dipicu Aktivitas Ilegal

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menemukan kerusakan serius pada kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) di Aceh. Temuan tersebut disertai indikasi penyerobotan kawasan hutan dan alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit serta pertam

Elara | MataMata.com
Senin, 15 Desember 2025 | 11:00 WIB
Pantauan udara yang dilakukan KLH/BPLH memperlihatkan pembukaan kawasan hulu DAS untuk perkebunan dalam peninjauan Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq ke Aceh, Minggu (14/12/2025) ANTARA/HO-KLH

Pantauan udara yang dilakukan KLH/BPLH memperlihatkan pembukaan kawasan hulu DAS untuk perkebunan dalam peninjauan Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq ke Aceh, Minggu (14/12/2025) ANTARA/HO-KLH

Matamata.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menemukan kerusakan serius pada kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) di Aceh. Temuan tersebut disertai indikasi penyerobotan kawasan hutan dan alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit serta pertambangan ilegal.

Dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, Hanif menyebutkan bahwa bentang alam di wilayah hulu DAS mengalami degradasi parah. Kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga ekosistem tampak terbuka, dengan alur sungai yang melebar tidak wajar serta bekas longsoran tanah yang mengarah langsung ke permukiman warga.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir bandang yang terjadi di Aceh Timur tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan merupakan dampak dari tekanan berat terhadap lingkungan akibat aktivitas ilegal.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk memastikan negara benar-benar hadir bagi masyarakat yang terdampak. Keselamatan rakyat adalah yang utama, dan lingkungan yang rusak tidak boleh terus dibiarkan,” ujarnya.

Selain peninjauan darat, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) juga melakukan pemantauan udara di sepanjang pesisir timur Aceh, meliputi wilayah Tusam, Lhokseumawe, Langsa, hingga Aceh Tamiang.

Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan indikasi kuat penyerobotan kawasan hutan dan lahan untuk perkebunan sawit serta aktivitas pertambangan ilegal, termasuk di kawasan lereng bukit dengan kemiringan ekstrem di atas 45 derajat.

Praktik tersebut dinilai telah menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air alami dan secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.

Menteri Hanif menegaskan bahwa pengelolaan lahan pada kawasan dengan kemiringan ekstrem merupakan tindakan berbahaya dan bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup. Aktivitas ilegal tersebut tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang berada di wilayah hilir.

“Tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat. Siapa pun yang terbukti melanggar, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan di lapangan, KLH/BPLH akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak kerusakan hutan dan lahan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Indonesia Mantap di Posisi Kedua Klasemen Medali SEA Games 2025

Evaluasi tersebut meliputi penilaian kondisi hutan, DAS, serta perubahan tata guna lahan yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana. KLH/BPLH memastikan bahwa korporasi yang diduga kuat terlibat dalam kerusakan lingkungan akan dikenai tindakan tegas melalui mekanisme penegakan hukum. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mahkamah Konstitusi (MK) RI resmi menolak permohonan uji materi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undan...

news | 14:45 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau warga tidak panic buying. Stok BBM nasional dipastikan...

news | 13:30 WIB

KPK menyebut sistem pengadaan barang dan jasa Pemkab Rejang Lebong rentan korupsi dengan skor MCP hanya 61. Simak detail...

news | 13:13 WIB

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menilai gagasan menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang kekuasaan...

news | 12:29 WIB

Komisi III DPR kecam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Sebut aksi ini sebagai perlawanan terha...

news | 12:26 WIB

Baznas RI cetak rekor pengumpulan Zakat Istana 2026 sebesar Rp4,3 miliar. Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan jajaran m...

news | 12:21 WIB

Mendag Budi Santoso meninjau Pasar Rawasari dan memastikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan daging ay...

news | 09:30 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempercepat proyek Blok Masela senilai Rp339 triliun. Pemerintah targetkan tender EPC dimu...

news | 08:45 WIB

PT Jasamarga Transjawa Tol berikan diskon tarif tol 30% hingga 46% untuk mudik Lebaran 2026. Cek jadwal, rute Jakarta-Se...

news | 07:15 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Kemen ESDM menjamin stok BBM serta LPG di Sulawesi aman terkendali menjelang Idul Fitri 1447 H...

news | 06:00 WIB