Jawa Barat Dominasi Ekraf Nasional, Sumbang Rp310 Triliun dan 6,2 Juta Talenta Kreatif

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi motor utama perekonomian kreatif Indonesia dengan kontribusi sebesar 20,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf nasional, atau sekita

Elara | MataMata.com
Minggu, 23 November 2025 | 14:00 WIB
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Sekda Jabar Herman Suryatman, dan CEO Dicoding Narenda Wicaksono memberikan keterangan di sela Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Sabtu (22/11/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Sekda Jabar Herman Suryatman, dan CEO Dicoding Narenda Wicaksono memberikan keterangan di sela Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Sabtu (22/11/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Matamata.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi motor utama perekonomian kreatif Indonesia dengan kontribusi sebesar 20,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf nasional, atau sekitar Rp310 triliun.

"PDB nasional untuk ekraf ini Rp1.500 triliun. Jawa Barat sendiri kontribusinya signifikan, sekitar Rp310 triliun dari sisi kuantitatif," kata Herman dalam kegiatan Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Sabtu.

Ia menjelaskan, dari total 27,4 juta pekerja kreatif di Indonesia, sekitar 6,2 juta atau 20 persen di antaranya berasal dari Jawa Barat. Kondisi ini, menurut Herman, menegaskan posisi Jawa Barat sebagai barometer pertumbuhan industri digital dan kreatif di tingkat nasional.

Herman menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai pengungkit utama untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah, yang memiliki nilai pembangunan total sebesar Rp2.800 triliun.

Terkait penyelenggaraan BDD 2025, ia menilai Bandung sebagai lokasi yang tepat, mengingat Jawa Barat diproyeksikan menjadi provinsi prioritas dengan kontribusi 6,24 juta tenaga kerja kreatif pada 2025—menjadi yang terbesar secara nasional berdasarkan data BPS.

Dari 2.300 pendaftar program BDD 2025, sebanyak 1.000 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif tersebut. Dari jumlah itu, 800 peserta merupakan talenta digital asal Jawa Barat yang akan mendapatkan pendampingan lanjutan.

"Setelah ini kami lanjutkan dengan coaching dan mentoring. Rata-rata peserta adalah Gen-Z dan Milenial. Bagi yang belum bekerja, akan langsung kami salurkan ke dunia industri atau didorong mengeksekusi usaha rintisannya sendiri," ujar Herman. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Anggota Komisi III DPR Rikwanto mengusulkan pembentukan badan khusus dalam RUU Perampasan Aset untuk mencegah penyusutan...

news | 15:15 WIB

Pendaftaran Manajer Kopdes Merah Putih 2026 tembus 220 ribu orang dalam 4 hari. Simak update progres pembangunan dan reg...

news | 14:15 WIB

Jamintel Kejaksaan Agung ajak masyarakat awasi program Makan Bergizi Gratis. Laporkan makanan basi atau tak layak lewat ...

news | 13:25 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti tegaskan sanksi bagi pengawas TKA yang melanggar aturan, termasuk oknum yang Live TikTok dan me...

news | 12:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengawali kunker di Papua Tengah dengan atribut adat. Agenda utama meliputi peninjauan Ban...

news | 11:43 WIB

Anggota Komisi I DPR Yudha Novanza Utama meminta pemerintah segera siapkan rencana darurat untuk lindungi 934 WNI di Leb...

news | 10:30 WIB

Pakar ekonomi UGM dan Unima menilai kenaikan harga BBM non-subsidi per 18 April 2026 sebagai langkah koreksi wajar di te...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan peringati 71 tahun KAA. Menbud Fadli Zon tekankan pentingnya budaya untuk perdamaian dunia dan us...

news | 08:15 WIB

Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menekankan pentingnya harmoni nasional dan daerah usai mengikuti retret Lemhannas 2026...

news | 07:15 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani persilakan warga cek stok beras di gudang. Per April 2026, cadangan beras nasional menc...

news | 06:00 WIB