Bank Indonesia sebut Jabar jadi lokomotif investasi nasional

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat menyatakan Provinsi Jabar menjadi pusat investasi Indonesia dan berperan penting sebagai lokomotif investasi yang menopang perluasan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 15 November 2025 | 07:15 WIB
Bank Indonesia sebut Jabar jadi lokomotif investasi nasional

Bank Indonesia sebut Jabar jadi lokomotif investasi nasional

matamata.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat menyatakan Provinsi Jabar menjadi pusat investasi Indonesia dan berperan penting sebagai lokomotif investasi yang menopang perluasan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya melalui penyelenggaraan West Java Investment Summit (WJIS) edisi ketujuh tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 104 proyek dengan total nilai Rp186,29 triliun dan telah memperoleh 14 komitmen kerja sama.

"Investasi di Jawa Barat memiliki peran yang sangat signifikan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, termasuk dalam penyediaan lapangan kerja," kata Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Achris Sarwani pada ajang WJIS 2025 di Bandung, Jabar, Jumat.

Jawa Barat, lanjut Achris, memegang peran penting sebagai penyumbang utama perekonomian nasional, yang terbukti dari statusnya sebagai daerah dengan target investasi nasional tertinggi, yaitu Rp271 triliun.

Jabar juga meraih Anugerah Layanan Investasi selama dua tahun berturut-turut sebagai provinsi terbaik dalam layanan perizinan terintegrasi.

Dengan deretan prestasi itu, BI menilai WJIS 2025 akan menjadi tonggak penguatan ketahanan ekonomi Jabar sekaligus perluasan peluang usaha baru bagi para pelaku industri.

Achris mengungkapkan, capaian Jabar membuat pemerintah pusat berencana menaikkan target investasi provinsi tersebut menjadi Rp340 triliun, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen dalam empat tahun ke depan.

"Jumlah itu tidak kecil, tapi itu untuk mencapai target pertumbuhan Jawa Barat yang diharapkan sudah mendekati 6 persen, sehingga pada 2028 sesuai Astacita Presiden Prabowo bisa ke 8 persen. Angka-angka ini menjadi patokan kita, salah satunya melalui WJIS," ujarnya.

Achris menegaskan WJIS bukan hanya forum investasi, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menempatkan Jawa Barat sebagai pusat investasi hijau dan inklusif di Asia Tenggara.

"Ini adalah posisi yang semakin dicari investor global di tengah transisi menuju ekonomi berkelanjutan," tuturnya. (Antara)

Baca Juga: Kedewasaan Musikal Naura Ayu dalam Single 'Lampu Jalan'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB