Zulhas Sebut Penurunan Harga Pupuk Subsidi Jadi Sejarah Baru di Sektor Pertanian

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kebijakan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi yang diterapkan pemerintah merupakan langkah bersejarah di sektor pertanian.

Elara | MataMata.com
Kamis, 06 November 2025 | 16:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berbincang-bincang dengan petani yang akan menebus pupuk setelah mengalami penurunan harga di Karawan, Jawa Barat, Kamis (6/11/2025). (ANTARA/Ali Khumaini)

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berbincang-bincang dengan petani yang akan menebus pupuk setelah mengalami penurunan harga di Karawan, Jawa Barat, Kamis (6/11/2025). (ANTARA/Ali Khumaini)

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kebijakan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi yang diterapkan pemerintah merupakan langkah bersejarah di sektor pertanian.

“Saya ingin melihat langsung. Kemarin di Bondowoso, sebelumnya di Jombang, Jawa Tengah, Jawa Barat, hari ini di Karawang, dan nanti ke Lampung untuk meninjau penyaluran pupuk subsidi,” kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, saat meninjau ketersediaan pupuk di PT Pupuk Kujang dan sejumlah kios di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/11).

Menurut Zulhas, baru kali ini dalam sejarah sektor pertanian, pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi pupuk subsidi.

Sejak 22 Oktober 2025, pemerintah telah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Harga pupuk urea kini menjadi Rp90.000 per sak (50 kilogram) dari sebelumnya Rp112.500 per sak, sedangkan pupuk NPK turun menjadi Rp92.000 per sak dari Rp115.000 per sak.

Ia menyebut kebijakan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian sangat luar biasa. Di hadapan para petani Karawang, Zulhas juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2025 diproyeksikan meningkat 4,15 juta ton dibanding tahun sebelumnya, menjadi total 34,77 juta ton.

“Dengan kenaikan produksi sebesar 4,15 juta ton, berarti Indonesia sudah mencapai swasembada beras,” ujarnya.

Zulhas menambahkan, produksi jagung nasional juga naik hampir 9 persen. “Kenapa bisa? Karena pupuk tersedia tepat waktu dan harga gabah kita naikkan, sehingga petani semakin bersemangat. Apakah cukup? Tidak. Kita akan terus memperbaiki sektor pertanian, termasuk saluran irigasi, serta membangun lahan sawah baru,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Karawang, Zulhas didampingi jajaran direksi PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Kujang, Wakil Bupati Karawang Maslani, serta unsur Forkopimda setempat.

Ia meninjau langsung fasilitas produksi Pupuk Kujang, mengecek ketersediaan pupuk di kios, berdialog dengan petani, dan memantau transaksi digital penebusan pupuk dengan harga baru tersebut. (Antara)

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Pemerasan oleh Gubernur Riau ke Dinas Selain PUPRPKPP

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

LPPOM MUI kritik potensi pengecualian sertifikasi halal dalam MoU dagang RI-AS. Seskab Teddy tegaskan aturan halal tetap...

news | 11:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di bank hingga September 2026 untuk ja...

news | 10:15 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi laporkan fasilitas jet pribadi dari OSO ke KPK. Simak alasan Menag laporkan dugaan gratifika...

news | 09:00 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan usut tuntas kasus oknum Brimob Bripda MS yang aniaya anak hingga tewas...

news | 08:15 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen terlalu tinggi bagi parpol. Simak ...

news | 07:00 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid tegaskan RI di Board of Peace bukan untuk normalisasi, melainkan demi rekonstruksi Palestina dan...

news | 15:58 WIB

Manajemen Persib resmi menutup sementara Tribun Selatan Stadion GBLA mulai laga lawan Persita. Penutupan imbas kericuhan...

news | 12:15 WIB

TVRI resmi jadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Sesuai arahan Presiden Prabowo, siaran ini fokus gerakkan ekonomi ra...

news | 10:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta Kementan segera memulihkan 1.500 hektare sawah di Pidie Jaya, Aceh, yang tertimbun lumpu...

news | 08:15 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan bantuan pangan beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter cair pekan depan. Cek tot...

news | 07:00 WIB