Lampaui Target! Prabowo Ungkap Rahasia Swasembada Beras Capai Rekor Hanya dalam Setahun

Presiden Prabowo Subianto memuji capaian sektor pertanian yang berhasil swasembada beras dalam setahun berkat pemangkasan 145 regulasi pupuk.

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Januari 2026 | 08:15 WIB
Lampaui Target! Prabowo Ungkap Rahasia Swasembada Beras Capai Rekor Hanya dalam Setahun

Lampaui Target! Prabowo Ungkap Rahasia Swasembada Beras Capai Rekor Hanya dalam Setahun

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi sekaligus menjadi fondasi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa. Pencapaian swasembada pangan yang lebih cepat dari target menjadi bukti efektivitas sinergi lintas sektoral.

"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan dari tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan," kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Selasa (13/1/2026).

Presiden mengungkapkan bahwa saat awal masa kepemimpinannya pada Oktober 2024, ia memberikan target swasembada beras dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras kabinet dan pemangkasan regulasi, target tersebut mampu dicapai hanya dalam kurun waktu satu tahun.

"Ini sesuatu yang tidak diduga oleh siapa pun. Hasil dari sinergi kabinet yang saya pimpin. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," tegasnya.

Salah satu terobosan besar yang disoroti adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Pemerintah tercatat memangkas 145 regulasi dan menyederhanakan perizinan distribusi. Kini, distribusi pupuk langsung ke petani hanya membutuhkan satu instruksi dan verifikasi KTP/persetujuan kepala desa, tanpa harus melewati birokrasi di 11 kementerian/lembaga.

Reformasi ini berdampak pada penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, sementara volume ketersediaan justru naik 700.000 ton.

"Petani sekarang harga terjangkau, barang ada," tambah Presiden.

Dampak nyata dari kebijakan ini terlihat pada indikator kesejahteraan petani. Presiden menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini mencapai 125 persen, angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Selain itu, cadangan dan produksi beras nasional juga berada pada level tertinggi.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi negara merdeka. Menurutnya, tidak masuk akal jika sebuah negara bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri jika ingin benar-benar berdaulat.

"Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Keberhasilan sektor pertanian harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Notaris Berinisial FH Dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB