Wamenag Optimistis Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Dongkrak Kualitas Layanan

Wamenag Romo Muhammad Syafii optimistis tata kelola haji Indonesia semakin membaik berkat pembentukan Kementerian Haji dan Umrah di era Presiden Prabowo.

Elara | MataMata.com
Senin, 01 Juni 2026 | 07:15 WIB
Wamenag Optimistis Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Dongkrak Kualitas Layanan

Wamenag Optimistis Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Dongkrak Kualitas Layanan

matamata.com - Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 1447 H/2026 M, Romo Muhammad Syafi’i, optimistis bahwa penyelenggaraan ibadah haji Indonesia akan semakin membaik ke depannya. Peningkatan signifikan di berbagai sektor pelayanan pada tahun ini dinilai menjadi fondasi kuat untuk pembenahan di masa depan.

"Ke depan saya yakin pelaksanaan haji akan semakin baik. Apa yang terjadi pada 2026 menjadi fondasi perbaikan besar berikutnya," ujar Romo Syafi’i dalam keterangan resminya di Makkah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026).

Menurut Romo Syafi’i, gagasan Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis dan bersejarah. Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini urusan haji ditangani oleh kelembagaan yang fokus, terintegrasi, dan responsif. Bahkan di tingkat global, hanya Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus haji.

Transformasi kelembagaan ini terbukti memberikan energi baru pada operasional haji 2026. Perbaikan sudah terlihat sejak tahap persiapan di Tanah Air, salah satunya melalui pengetatan syarat istitha'ah (kelayakan kesehatan). Langkah tegas ini berdampak pada pembatalan keberangkatan 345 calon haji demi keselamatan mereka.

Sementara di Arab Saudi, lonjakan kualitas layanan merata di sektor transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan. Bus Shalawat kini beroperasi penuh 24 jam dan fasilitas hotel bagi jemaah jauh lebih tertata. Di sektor konsumsi, kualitas makanan dinilai stabil dan memenuhi standar gizi.

Untuk sektor kesehatan, kerja sama dengan Saudi German Hospital serta penguatan klinik satelit berhasil mempercepat penanganan medis jemaah.

Beralih ke fase puncak haji, penataan tenda berbasis kloter di Arafah dan Mina kini dilengkapi pendingin udara (AC). Panitia juga menyiagakan 18 unit mobil buggy untuk membantu mobilisasi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah yang kelelahan.

Pembenahan manajemen layanan dan sistem antrean yang lebih tertib ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi.

Meski demikian, Romo Syafi'i mengakui masih ada ruang yang harus dievaluasi, terutama kepadatan layanan di Mina. Namun, ia yakin kendala tersebut akan teratasi seiring penguatan kelembagaan dan bertambahnya pengalaman lapangan.

Secara khusus, Romo Syafi’i memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak atas kepemimpinan mereka yang responsif.

Baca Juga: DPR Tegaskan Revisi UU HAM Fokus pada Perlindungan Warga, Bukan Rebutan Kewenangan

"Keduanya menunjukkan energi luar biasa dan hadir langsung di lapangan. Ini menjadi modal penting untuk peningkatan layanan haji Indonesia ke depan," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB