Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% sebagai sejarah baru. Simak skema efisiensi Mentan Amran Sulaiman di sini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 13 Januari 2026 | 07:00 WIB
Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani

Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menilai terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sebagai sejarah baru di sektor pertanian Indonesia.

Kebijakan ini dinilai luar biasa karena harga turun signifikan tanpa menambah beban anggaran negara.

"Baru pertama kali terjadi selama pemerintahan Republik Indonesia, harga pupuk bersubsidi turun. Turunnya tidak sedikit, mencapai 20 persen," ujar Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Jakarta, Senin (12/1).

Zulhas memberikan apresiasi tinggi kepada Mentan Amran Sulaiman dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) atas reformasi tata kelola yang dilakukan. Ia menyebut langkah ini sebagai kabar gembira yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Menurut Zulhas, penurunan harga ini merupakan hasil dari pembenahan sistem dan regulasi yang lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Sebagai contoh, harga pupuk Urea bersubsidi kemasan 50 kilogram yang sebelumnya Rp112.500, kini turun menjadi sekitar Rp90.000. Penurunan ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.

"Pemerintah tetap mempertahankan besaran subsidi, namun sistemnya diubah dari cost plus menjadi market to market. Dengan efisiensi ini, harga bisa turun tanpa membebani APBN," jelasnya.

Selain penurunan harga, reformasi kebijakan ini diproyeksikan mampu mendorong pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan. Zulhas optimistis perubahan skema ini akan meningkatkan daya saing industri pupuk nasional.

"Kalau cara membangunnya seperti ini, Indonesia akan maju. Harga pupuk turun, petani untung, dan industri pupuk bisa berkembang," tegas Zulhas.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi sektor pupuk. Penurunan harga secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025.

Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor

"Ini adalah tonggak sejarah. Presiden memerintahkan agar pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau. Kami menindaklanjuti dengan memangkas rantai distribusi dan merevitalisasi industri, sehingga harga bisa turun 20 persen tanpa menambah subsidi APBN," pungkas Amran.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB