Skema Berlangganan Baterai VinFast: Solusi Baru Tekan Harga EV dan Jaga Keberlanjutan

VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, menawarkan solusi berbeda melalui konsep berlangganan baterai.

Rendy Adrikni Sadikin | MataMata.com
Rabu, 05 November 2025 | 14:34 WIB
Berlangganan Baterai, VinFast Ciptakan Pasar EV yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan. [istimewa]

Berlangganan Baterai, VinFast Ciptakan Pasar EV yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan. [istimewa]

Matamata.com - Perkembangan pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia terbilang cukup signifikan. Namun, di balik tren positif ini, masih ada kekhawatiran dari calon pengguna, terutama soal harga awal kendaraan yang dinilai tinggi dan kekuatan baterai dalam jangka panjang.

VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, menawarkan solusi berbeda melalui konsep berlangganan baterai. Skema ini tidak hanya memangkas harga awal pembelian kendaraan, tetapi juga membentuk ekosistem EV yang lebih aman dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami ingin membuat transisi hijau mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus mengutamakan kepentingan konsumen,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto (Kerry), CEO VinFast Indonesia.

Pendekatan inilah yang diterapkan VinFast melalui sistem langganan baterai di Indonesia.

Dalam model ini, baterai dipisahkan dari harga mobil, sehingga pembeli tidak perlu menanggung biaya baterai secara penuh di awal. Selain membantu menurunkan hambatan finansial, skema ini juga memberikan garansi baterai seumur hidup, memberikan rasa aman bagi pemilik kendaraan dan mengurangi kekhawatiran terhadap biaya penggantian atau penurunan kualitas baterai di kemudian hari.

Menurut Kerry, pendekatan ini lahir dari pemahaman mendalam mengenai kebutuhan konsumen.

“Biaya awal yang tinggi menjadi hambatan utama membeli EV, sementara banyak konsumen khawatir soal umur baterai dan biaya penggantiannya. Kami langsung menjawab kekhawatiran ini dengan memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan,” jelasnya.

Langkah ini membantu konsumen merasa lebih tenang sekaligus menurunkan hambatan masuk pasar, sehingga EV dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

Selain memberi keuntungan bagi pelanggan, skema ini juga mendukung upaya keberlanjutan lingkungan. Karena kepemilikan baterai tetap berada di tangan VinFast, perusahaan memiliki kendali untuk memantau, menarik, dan mendaur ulang baterai setelah masa pakainya berakhir.

“Hal ini tidak hanya memastikan keamanan operasional, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem EV yang berkelanjutan dan sirkular,” tambah Kerry.

Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras 3,8 Juta Ton Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Dengan kontrol penuh atas baterai, potensi limbah berbahaya dapat ditekan, sementara inovasi teknologi baterai dapat terus diadopsi tanpa membebani konsumen.

Skema langganan baterai VinFast juga memberikan kejelasan dan kepastian biaya bagi pengguna. Kerry memastikan bahwa tarif langganan tidak akan berubah bagi pelanggan lama, sehingga tidak ada kenaikan mendadak yang dapat merusak kepercayaan.

Semua pemilik kendaraan, baik yang membeli baterai maupun yang menggunakan skema langganan, tetap menerima layanan purna jual, pembiayaan, serta asuransi yang setara.

Mulai 1 Agustus, VinFast resmi menyediakan dua pilihan bagi konsumen: membeli kendaraan sekaligus baterai, atau membeli kendaraan dengan skema langganan baterai tanpa batasan jarak tempuh. Dalam kebijakan tersebut, perusahaan menanggung penuh performa baterai, termasuk perawatan, perbaikan, hingga penggantian gratis jika kapasitas baterai turun di bawah 70%.

Skema ini menjadi bagian dari strategi tiga pilar VinFast untuk menghilangkan keraguan konsumen dan mendorong loyalitas jangka panjang:

  • Garansi revolusioner: Menunjukkan komitmen VinFast terhadap kualitas produk, sekaligus memberi ketenangan bagi pemilik kendaraan.
  • Nilai jual kembali terjamin: Komitmen buyback melindungi investasi pelanggan, faktor krusial dalam adopsi awal teknologi baru.
  • Pengisian daya gratis: Akses pengisian daya di stasiun V-Green menekan biaya total kepemilikan, membuat peralihan ke EV lebih ekonomis dan praktis.

Bagi industri EV Indonesia yang masih pada tahap awal, skema berlangganan baterai seperti ini berpotensi menjadi tolok ukur baru. VinFast tak sekadar menjual mobil, tetapi membangun ekosistem yang mengedepankan keamanan, keberlanjutan, dan kemudahan akses.

Jika diterima luas, inovasi ini dapat mempercepat adopsi mobil listrik, memperluas akses mobilitas hijau, dan menciptakan budaya kepemilikan EV yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Utusan khusus AS Steve Witkoff kunjungi Israel besok. Fokus utama: koordinasi serangan militer ke Iran di tengah ancaman...

news | 08:15 WIB

KPK catat tingkat kepatuhan LHKPN 2025 baru 35,52%. Simak batas waktu, cara penggunaan e-meterai, dan prosedur pelaporan...

news | 07:00 WIB

Dubes Rusia Sergei Tolchenov ajak pelajar Indonesia kuliah di MGIMO melalui jalur beasiswa. Cek peluang beasiswa S1 hing...

news | 06:00 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pengisian tiga jabatan kosong di Dewan Komisioner...

news | 15:30 WIB

Pemerintah merespons cepat desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Indonesia menarik diri dari keanggotaan Bo...

news | 14:30 WIB

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menekankan pentingnya kepemimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJ...

news | 13:30 WIB

Indonesia suarakan keprihatinan mendalam atas serangan Israel di Gaza. Presiden Prabowo tempuh diplomasi jalur tertutup ...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digel...

news | 11:57 WIB

Hashim Djojohadikusumo tegaskan Kementerian PKP strategis dorong ekonomi 8%. Simak detail proyek 141.000 unit rusun subs...

news | 11:30 WIB

Kemenag gandeng 4 lembaga di Mesir dalam CIBF 2026 untuk distribusi Al-Quran dan literasi Islam moderat. Simak poin pent...

news | 10:30 WIB