Trump Sebut Pemilih Yahudi yang Dukung Mamdani di Pilkada New York Bodoh

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut warga Yahudi yang memilih kandidat Partai Demokrat, Zohran Mamdani, dalam pemilihan wali kota New York (NYC) sebagai orang bodoh.

Elara | MataMata.com
Rabu, 05 November 2025 | 14:00 WIB
Trump Sebut Pemilih Yahudi yang Dukung Mamdani di Pilkada New York Bodoh

Trump Sebut Pemilih Yahudi yang Dukung Mamdani di Pilkada New York Bodoh

matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut warga Yahudi yang memilih kandidat Partai Demokrat, Zohran Mamdani, dalam pemilihan wali kota New York (NYC) sebagai orang “bodoh”.

“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang pembenci Yahudi yang terbukti dan mengakuinya sendiri, adalah orang bodoh!!!” tulis Trump dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Selasa (4/11).

Pemilihan umum di Amerika Serikat dimulai pada Selasa (4/11) dengan sejumlah kontestasi penting di New York City, Virginia, New Jersey, dan California.

Di New York City, Mamdani bersaing untuk posisi wali kota melawan mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa, setelah Wali Kota Eric Adams mengundurkan diri dari pencalonan.

Hasil sejumlah survei menunjukkan Mamdani berpeluang besar memenangkan pemilihan, dengan Cuomo berada di posisi kedua.

Pada akhir Juni, Mamdani sebelumnya telah memenangkan pemilihan pendahuluan dengan meraih lebih dari 43 persen suara, sementara Cuomo memperoleh sekitar 36 persen. Jika terpilih, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York City.

Trump secara berulang mengkritik Mamdani, menyebutnya sebagai komunis dan sosialis, serta menudingnya berniat mengurangi pendanaan federal untuk Kota New York.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan kemungkinan tidak akan memberikan dana tambahan kepada New York jika Mamdani memenangkan pemilihan tersebut.

“Jika kandidat komunis Zohran Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan memberikan dana federal—selain jumlah minimum yang diwajibkan—kepada rumah pertama saya yang tercinta,” tulis Trump di Truth Social.

Trump menilai, New York City yang menurutnya “dulu hebat” kini berada dalam kondisi sulit, dan akan semakin memburuk jika dipimpin oleh “seorang komunis”.

Baca Juga: KPK Umumkan Status Hukum Gubernur Riau Abdul Wahid Rabu Ini

“Saya tidak ingin, sebagai Presiden, menghabiskan uang untuk sesuatu yang sudah buruk. Saya berkewajiban menjalankan negara, dan saya yakin sepenuhnya bahwa New York City akan menjadi bencana ekonomi dan sosial total apabila Mamdani menang,” tambahnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya pergeseran strategi penanganan karhutla dari responsif menuju penc...

news | 08:15 WIB

KPK menegaskan tak pilih-pilih kasus usai menetapkan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena sebagai tersangka dugaan pemerasan d...

news | 07:00 WIB

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tamba...

news | 14:37 WIB

BRIN paparkan inovasi mesin kain limbah daun nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu dalam ratas industri teksti...

news | 13:45 WIB

DPR RI menugaskan Komisi I untuk membahas Surat Presiden Prabowo Subianto terkait pertimbangan calon Dubes LBBP negara s...

news | 12:42 WIB