Bulog Kirim 270 Ton Beras ke Ternate, Pastikan Reproses Beras Turun Mutu Tetap Sesuai Standar

Perum Bulog mengirim sebanyak 270 ton beras ke Ternate, Maluku Utara, sebagai langkah cepat untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan sekaligus menindaklanjuti temuan beras yang mengalami penurunan mutu.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau mutu beras, di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Senin (6/10/2025). ANTARA/HO-Bulog

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau mutu beras, di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Senin (6/10/2025). ANTARA/HO-Bulog

Matamata.com - Perum Bulog mengirim sebanyak 270 ton beras ke Ternate, Maluku Utara, sebagai langkah cepat untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan sekaligus menindaklanjuti temuan beras yang mengalami penurunan mutu.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan reproses atau pengolahan ulang terhadap beras turun mutu yang masih layak konsumsi agar kualitasnya kembali sesuai standar.

“Beras turun mutu bukan berarti tidak layak. Kami memiliki mekanisme reproses agar kualitasnya kembali sesuai standar. Sementara beras yang rusak dan tidak bisa diperbaiki akan diuji di laboratorium untuk memastikan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Rizal di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, beras yang dinyatakan rusak akan melalui uji laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika kandungan dalam beras masih berada di bawah ambang batas keamanan pangan, maka beras tersebut dapat dijual ke industri pakan. Namun, jika hasil uji menunjukkan kadar di atas batas aman, beras tidak akan diedarkan dan akan dimusnahkan.

Langkah ini, kata Rizal, merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga keamanan pangan nasional serta menerapkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, pemerintah bersama Bulog juga tengah menyiapkan pembangunan enam gudang logistik baru di Maluku Utara untuk memperkuat kapasitas penyimpanan sekaligus memperlancar distribusi pangan di wilayah kepulauan tersebut.

Rizal menegaskan, pembangunan gudang dan langkah tanggap Bulog ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan efisiensi rantai pasok di daerah-daerah terpencil.

“Melalui langkah tanggap dan kolaboratif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap butir beras yang sampai ke masyarakat adalah hasil pengelolaan yang transparan, berkualitas, dan bertanggung jawab. Tindakan cepat ini menjadi bukti komitmen Bulog menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” katanya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB