PB IKA PMII Dukung Langkah Presiden Prabowo Jaga Stabilitas Bangsa

Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyatakan dukungan terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Elara | MataMata.com
Senin, 01 September 2025 | 12:00 WIB
Ketua Umum PB IKA PMII Slamet Ariyadi dan sejumlah alumni saat menghadiri Taaruf dan Rapat Pleno PB IKA PMII Masa Khidmat 2025-2030 di Jakarta, Minggu (31/8/2025). ANTARA/HO-PB IKA PMII

Ketua Umum PB IKA PMII Slamet Ariyadi dan sejumlah alumni saat menghadiri Taaruf dan Rapat Pleno PB IKA PMII Masa Khidmat 2025-2030 di Jakarta, Minggu (31/8/2025). ANTARA/HO-PB IKA PMII

Matamata.com - Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyatakan dukungan terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Terutama mengganti pejabat publik politik dan pemerintahan yang tidak melaksanakan amanahnya dengan baik,” ujar Ketua Umum PB IKA PMII Slamet Ariyadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ariyadi menegaskan, PB IKA PMII mengecam keras tindakan represif aparat maupun aksi anarkis dari oknum yang tidak bertanggung jawab dalam sejumlah unjuk rasa. Ia menekankan pentingnya peran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada warga dengan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan damai, sebagaimana amanat UUD 1945.

“Kami juga meminta pemerintah mengambil inisiatif yang progresif dalam memfasilitasi terjadinya dialog yang aspiratif dan solutif,” katanya.

PB IKA PMII juga mengajak alumni dan kader di seluruh Indonesia untuk menjaga situasi kondusif, mempererat persatuan, menjunjung nilai demokrasi, menghormati hak asasi manusia, serta menolak segala bentuk kekerasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Ariyadi mengimbau agar aspirasi dan kritik disampaikan secara konstruktif sesuai norma hukum yang berlaku, serta menghindari tindakan provokatif maupun anarkisme.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa berlangsung pada 25 Agustus 2025 di depan gerbang utama DPR RI, Jakarta, yang menolak tunjangan anggota DPR.

Aksi serupa kembali digelar pada 28 Agustus 2025. Namun, kericuhan pecah di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam, yang menyebabkan Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek daring, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob Polri saat bentrokan antara demonstran dan aparat.  (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

BPI Danantara berkolaborasi dengan KPK untuk mengintegrasikan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) di seluruh BUMN demi me...

news | 19:05 WIB

Menpora menegaskan kompetisi IBL 2026 yang semakin kompetitif dan melahirkan Bogor Hornbills sebagai juara baru menjadi ...

news | 18:27 WIB

Desainer Gen Z Fajar Novario memenangkan sayembara logo HUT Ke-81 RI pilihan masyarakat dan meraih Rp100 juta. Presiden ...

news | 16:41 WIB

Istana resmi merilis logo HUT Ke-81 RI karya desainer asal Padang. Simak makna filosofisnya dan cek daftar pemenang hadi...

news | 16:16 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan bunga PNM Mekaar jadi 8 persen berlaku untuk semua nasabah. S...

news | 15:55 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan perluasan kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Simak jadwal pendaf...

news | 14:49 WIB

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0...

news | 14:35 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB

Roy Suryo membeberkan dugaan pelanggaran privasi dan prosedur oleh penyidik Polda Metro Jaya saat penangkapan dirinya, d...

news | 12:33 WIB

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, serapa...

news | 09:30 WIB