20 Anak Putus Sekolah di Jakarta Barat Kembali Mengenyam Pendidikan lewat SKB Cengkareng

Sebanyak 20 anak di Jakarta Barat yang sebelumnya putus sekolah kini bisa kembali belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 07 Cengkareng, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 09:15 WIB
20 Anak Putus Sekolah di Jakarta Barat Kembali Mengenyam Pendidikan lewat SKB Cengkareng

20 Anak Putus Sekolah di Jakarta Barat Kembali Mengenyam Pendidikan lewat SKB Cengkareng

matamata.com - Sebanyak 20 anak di Jakarta Barat yang sebelumnya putus sekolah kini bisa kembali belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 07 Cengkareng, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.

“Sudah ditindaklanjuti, ada 20 anak yang sudah mulai masuk sekolah di SKB 07 Cengkareng,” ujar Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, di Jakarta, Jumat (16/8).

Uus menjelaskan, ke-20 anak tersebut terdiri atas enam anak perempuan dan 14 anak laki-laki. Mereka berasal dari Kelurahan Duri Kosambi, Pegadungan, Tegal Alur, dan Rawa Buaya.

“Selain itu, ada juga anak yang memang dari luar Jakarta, sudah tinggal lama dan ber-KTP DKI Jakarta, tapi belum mengenyam bangku pendidikan,” tambahnya.

Menurut Uus, pemerintah kota terus melakukan pendataan agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikan.
“Kami melalui Sudin Pendidikan terus melakukan pendataan dan juga koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, mengungkapkan bahwa masih ada 48 anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama yang putus sekolah di wilayah Duri Kosambi, Semanan, dan Tegal Alur.

“Data yang sudah masuk ada 48 anak. Mereka asalnya dari Duri Kosambi, Semanan, Tegal Alur. Rata-rata usia SD dan menuju SMP ada juga sebagian,” kata Lukman saat meninjau langsung anak-anak putus sekolah di RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/8).

Ia menambahkan, faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi keluarga.

“Yang pertama memang ekonomi orang tuanya tidak mampu, terus kadang-kadang ini sebagian juga ada anak yatim. Akhirnya anaknya tidak sekolah,” jelasnya.

Lukman menilai anak-anak tersebut seharusnya bisa mendapatkan bantuan dana pendidikan dari Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Baca Juga: Sinergi Lintas Sektoral Dinilai Penting Wujudkan Ekonomi Kerakyatan

“Bantuan dari pemerintah berupa KJP juga belum mereka dapatkan. Anggaran pendidikan di tahun 2026 itu kalau tidak keliru subsidi KJP itu lebih kurang sekitar Rp3,4 triliun ya,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam memfasilitasi anak-anak putus sekolah untuk kembali belajar melalui SKB 07 Cengkareng.

“Terima kasih juga kepada Pemprov sudah menanggapi cepat. Ada beberapa anak yang sudah sekolah. Tapi ini baru sebagian kecil. Nanti akan kita minta untuk segera anak-anak yang lain bisa sekolah kembali,” kata Lukman. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB