71 Dapur Makan Bergizi Gratis Layani 228 Ribu Warga DKI, Terbanyak di Jakarta Timur

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Juli 2025 telah beroperasi 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penerima manfaat mencapai 228.334 orang.

Elara | MataMata.com
Rabu, 13 Agustus 2025 | 08:15 WIB
Arsip foto - Siswa di salah satu sekolah di Jakarta menyantap makanan dalam Program MBG. (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Arsip foto - Siswa di salah satu sekolah di Jakarta menyantap makanan dalam Program MBG. (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Matamata.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Juli 2025 telah beroperasi 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penerima manfaat mencapai 228.334 orang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan jumlah dapur MBG terbanyak berada di Jakarta Timur dengan 36 lokasi dan 115.578 penerima manfaat.

"Memang yang paling besar di Jakarta Timur, penerima manfaatnya sampai dengan hari ini ada 115.578. Ini sejalan juga dengan memang dapur SPPG-nya yang paling banyak adalah di Jakarta Timur, 36," kata Ani dalam seminar Pentingnya Pengelolaan Konsep Dapur Sehat untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Rabu (13/8).

Wilayah lainnya, yakni Jakarta Selatan memiliki 19 dapur MBG dengan 61.374 penerima manfaat, Jakarta Utara 9 dapur (30.391 penerima), Jakarta Barat 5 dapur (15.470 penerima), Jakarta Pusat 1 dapur (3.633 penerima), dan Kabupaten Kepulauan Seribu 1 dapur (1.888 penerima).

Ani menambahkan, penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA. "Yang terbesar adalah kelompok SD, tetapi kelompok TK juga banyak," ujarnya. Ia menekankan intervensi gizi di usia TK sangat berpengaruh terhadap perbaikan status gizi anak.

Pemprov DKI berkomitmen memastikan kualitas makanan yang diberikan aman dan bergizi. "Makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak ini benar-benar makanan yang baik, sehat, dan layak konsumsi baik secara standar makanannya sendiri maupun proses pengolahan," ujarnya.

Untuk itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi fasilitas dapur MBG. "Ini untuk memastikan sarana yang dibuat kemudian yang masak, penjamah makanannya semuanya sudah sesuai dengan standar kesehatan sehingga harapan untuk meminimalisir risiko dan 'output' yang dihasilkan makanan yang sehat dan higiene terstandar ataupun terjaga," kata Ani. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah fasilitas operasional dan infrast...

news | 14:15 WIB

Anggota DPR RI, Atalia Praratya, menghadiri sidang lanjutan gugatan cerai terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat ...

news | 12:58 WIB

Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) mengumumkan telah memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. ...

news | 11:15 WIB

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (...

news | 09:00 WIB

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, menyatakan bahwa rata-rata uptime atau durasi operas...

news | 07:00 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi garam nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 1 juta ton. J...

news | 17:11 WIB

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa percepatan pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di P...

news | 16:15 WIB

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan respons terkait pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Tru...

news | 15:30 WIB

Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainudin Amali, mengungkapkan bahwa seluruh proses pemilihan pelatih baru tim nasional Indonesi...

news | 13:30 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah tengah melaku...

news | 12:30 WIB