Puan Maharani Apresiasi Dirut KAI yang Minta Maaf, Tapi Ingatkan Tak Cukup Hanya Simbolik

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas sikap Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo, yang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan membungkuk di hadapan publik terkait insiden anjloknya KA Argo Bromo

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 10:15 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (24/7/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (24/7/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Matamata.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas sikap Direktur Utama PT Kereta Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo, yang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan membungkuk di hadapan publik terkait insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jumat (1/8).

Menurut Puan, sikap terbuka Didiek yang tidak mencari kambing hitam dan justru mengakui kesalahan merupakan bentuk kepemimpinan yang bertanggung jawab.

“Kita butuh lebih banyak pemimpin yang berani mengakui kesalahan, bukan yang sibuk mencari pembenaran. Kepercayaan publik bukan sesuatu yang diberikan secara otomatis, tapi harus diperjuangkan melalui transparansi dan tanggung jawab,” kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menilai permintaan maaf tersebut adalah langkah awal yang penting dalam membangun kembali kepercayaan publik. Namun, hal itu perlu dibarengi dengan reformasi menyeluruh di sektor transportasi.

“Bukan hanya keretanya yang harus kembali ke rel, tapi juga kepercayaan rakyat juga harus bisa kembali. Itu tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata, tapi dengan pembenahan menyeluruh dan sikap bertanggung jawab,” ujarnya.

Puan menekankan bahwa simbol empati seperti membungkuk tidak cukup untuk memenuhi tanggung jawab kepada publik. Diperlukan tindakan nyata dalam memperbaiki sistem dan manajemen transportasi nasional.

“Permintaan maaf itu baik, tapi jangan berhenti di situ, yang dibutuhkan publik bukan sekadar simbol empati, tapi langkah konkret untuk membenahi sistem. Jangan sampai ini hanya menjadi gimik,” ucapnya.

Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap koordinasi antara operator dan regulator kereta api, mengingat lemahnya pengawasan teknis dan celah komunikasi bisa menjadi penyebab utama kelalaian.

“Kurangnya koordinasi bisa memicu kelalaian yang fatal karena itu setelah permintaan maaf, yang harus dilakukan adalah duduk bersama untuk merombak sistem transportasi yang ada,” tuturnya.
Lebih lanjut, Puan menyoroti pentingnya modernisasi sistem transportasi berbasis teknologi agar potensi gangguan bisa terdeteksi dan ditangani lebih cepat.

“Keselamatan penumpang adalah hal utama. Kita sudah tidak bisa lagi bergantung pada sistem manual. Keselamatan publik menuntut kecepatan, transparansi, dan teknologi yang mumpuni,” tegasnya.

Baca Juga: KPK: Anggota DPR Diduga Minta Rekayasa Transaksi di Bank Daerah

Sebelumnya, Dirut KAI Didiek Hartantyo menyampaikan permintaan maaf atas terganggunya layanan akibat insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan 80 perjalanan dibatalkan dan 42 lainnya dialihkan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan,” kata Didiek dalam konferensi pers, sambil membungkukkan badan sebagai bentuk penyesalan.

Saat ini, kedua jalur rel yang sempat terganggu telah kembali dapat dilalui kereta api setelah dilakukan perbaikan intensif. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menlu RI Sugiono menyambut kunjungan resmi Menlu Turkiye Hakan Fidan di Jakarta. Simak agenda lengkap mulai dari target ...

news | 09:42 WIB

KPK mendalami mekanisme pengisian kuota haji di PT Maktour milik Fuad Hasan Masyhur. Empat staf diperiksa, sementara Fua...

news | 06:15 WIB

Komisi X DPR RI mendesak Kemendikdasmen mengkaji matang wacana bahasa Prancis masuk kurikulum sekolah agar tidak mengorb...

news | 16:08 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan swasembada pangan adalah hak rakyat dan petani. Kerangka 33 regulasi disiapkan de...

news | 16:02 WIB

PLN menegaskan tarif listrik periode April-Juni 2026 tidak naik. Simak penjelasan PLN terkait tagihan netizen yang melon...

news | 15:56 WIB

Gerindra puji sikap elegan Megawati Soekarnoputri yang tetap hormati Presiden Prabowo meski tak berkoalisi, kontraskan d...

news | 13:47 WIB

Ratusan sopir ojol padati PN Jakarta Pusat demi dukung Nadiem Makarim yang jalani sidang pleidoi kasus korupsi Chromeboo...

news | 11:00 WIB

Kemenhaj menegaskan larangan membawa air zamzam di koper bagasi dan kabin pesawat bagi jamaah haji. Koper yang melanggar...

news | 10:30 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membeberkan deretan capaian konkret kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selama 1,5 tahun te...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Israel dan Hizbullah sepakat menghentikan permusuhan. Trump menjamin Israel batal ki...

news | 08:30 WIB