Penerimaan Pajak Tembus Rp831 Triliun per Juni 2025, Sri Mulyani Optimistis Stabil di Semester II

Pemerintah mencatat penerimaan pajak hingga semester I 2025 mencapai Rp831,27 triliun secara neto, atau setara 38 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.189,3 triliun.

Elara | MataMata.com
Rabu, 02 Juli 2025 | 15:15 WIB
Penerimaan Pajak Tembus Rp831 Triliun per Juni 2025, Sri Mulyani Optimistis Stabil di Semester II

Penerimaan Pajak Tembus Rp831 Triliun per Juni 2025, Sri Mulyani Optimistis Stabil di Semester II

matamata.com - Pemerintah mencatat penerimaan pajak hingga semester I 2025 mencapai Rp831,27 triliun secara neto, atau setara 38 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.189,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, capaian tersebut masih menghadapi tekanan, terutama akibat kontraksi tajam di awal tahun.

Pada Januari 2025, penerimaan pajak hanya mencapai Rp88,9 triliun—merosot 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp152,9 triliun. Ia menyebutkan tingginya restitusi sebagai penyebab utama kontraksi tersebut.

"Restitusi di Januari cukup besar, sehingga menyebabkan kontraksi hingga Februari masih terasa," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (2/7).

Namun, tren perbaikan mulai tampak sejak Maret, dengan penerimaan pajak yang tumbuh 3,5 persen secara tahunan menjadi Rp134,8 triliun.

Kinerja positif berlanjut di April dengan penerimaan mencapai Rp234,4 triliun—naik 5,8 persen dari tahun sebelumnya. Meski sempat kembali terkontraksi pada Mei sebesar 7,4 persen, Juni mulai menunjukkan stabilisasi.

"Pada Juni, kami sudah melihat perbaikan setelah Ditjen Pajak melakukan penyesuaian," jelasnya.

Sri Mulyani menilai fluktuasi penerimaan pajak ini merupakan pola yang umum terjadi setiap tahun. Ia pun menyampaikan optimisme bahwa penerimaan negara dapat distabilkan pada semester kedua.

"Dengan capaian semester I ini, kami berharap semester dua bisa menjadi momentum stabilisasi penerimaan negara yang menjadi tulang punggung APBN," tegasnya.

Dari total penerimaan neto hingga Juni, PPh badan menyumbang Rp152,49 triliun (turun 11,7 persen secara tahunan), PPN dan PPnBM Rp267,27 triliun (turun 19,7 persen), sementara PPh orang pribadi tumbuh 35,6 persen menjadi Rp14,03 triliun, dan PBB melonjak 247,2 persen menjadi Rp11,53 triliun.

Baca Juga: Bahas soal Rujuk, Niko Al Hakim Janji ke Rachel Vennya Tak Akan Selingkuh

Dalam proyeksinya, Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan pajak sepanjang 2025 akan mencapai 94,9 persen dari target, atau tumbuh 7,5 persen dibanding tahun lalu.

Optimisme ini didorong oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, daya beli masyarakat yang tetap terjaga, serta peningkatan aktivitas di sektor manufaktur.

Pemerintah juga akan terus mendorong optimalisasi penerimaan melalui program sinergi antarinstansi, yang melibatkan Kementerian Keuangan bersama kementerian dan lembaga terkait. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Seskab Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono membahas pengembangan 100 Kampung Nelayan Merah Putih...

news | 14:19 WIB

Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi lokasi 5 konsesi tambang emas dan tembaga senilai Rp5.4...

news | 14:17 WIB

Menbud Fadli Zon dorong diplomasi budaya dengan Suriname lewat pengusulan warisan dunia UNESCO, MoU kebudayaan, dan apre...

news | 13:30 WIB

Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi melantik lima pejabat eselon I Kemenkeu di Gedung Djuanda, Jakarta. Simak daftar ...

news | 13:00 WIB

Komnas HAM mendorong revisi UU Tipikor agar memuat pemulihan hak korban korupsi. KPK, LPSK, dan Polri beri tanggapan ter...

news | 12:44 WIB