Ketua DPD RI Ajak Mahasiswa Indonesia di China Pulang Bangun Negeri

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengajak mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di China untuk kembali ke Tanah Air dan berkontribusi membangun bangsa.

Elara | MataMata.com
Selasa, 01 Juli 2025 | 17:30 WIB
Wakil Ketua DPD RI Yorris Raweyai (berdiri) di KBRI Beijing, China pada Senin (30/6) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Wakil Ketua DPD RI Yorris Raweyai (berdiri) di KBRI Beijing, China pada Senin (30/6) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Matamata.com - Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengajak mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di China untuk kembali ke Tanah Air dan berkontribusi membangun bangsa.

Ajakan itu disampaikan dalam pertemuan delegasi DPD RI dengan warga negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Senin (30/6) malam.

"Kesempatan belajar di China, termasuk penguasaan bahasa Mandarin serta ilmu pengetahuan dan teknologi, sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Setelah itu, kembali dan berkontribusilah untuk negeri," ujar Sultan.

Dalam kunjungan kerja ke Beijing yang berlangsung pada 29 Juni hingga 5 Juli 2025 itu, Sultan didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai serta sejumlah anggota lainnya seperti Lis Tabuni, Amaliah, Almira Nabila Fauzi, dan I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Wakil Kepala Perwakilan Parulian Silalahi, serta sekitar 50 mahasiswa dan WNI yang menetap di Beijing.

Sultan juga memperkenalkan peran DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah yang lahir dari semangat Reformasi 1998. "DPD bukan bagian dari partai politik. Kami bekerja secara independen mewakili daerah, dan turut memastikan program pemerintah berjalan tanpa hambatan," jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Louis, mahasiswa hukum di Peking University, menyinggung soal korupsi di Indonesia. Sultan menjelaskan bahwa meski korupsi sulit dihapuskan sepenuhnya, sistem pengawasan yang kuat—termasuk peran DPD—dapat meminimalkan konflik kepentingan.

Ia juga menyinggung pentingnya peran media sosial dalam mengawasi pejabat publik dan mencontohkan keberhasilan China dalam ketahanan pangan dan ekspor pertanian sebagai sesuatu yang patut dipelajari Indonesia.

Sementara itu, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur di Tsinghua University, menyampaikan proyek pembangunan perpustakaan komunitas di Papua Barat Daya dan meminta dukungan dari anggota DPD, khususnya dari wilayah Papua.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyatakan bahwa dana otonomi khusus (otsus) dapat dimanfaatkan untuk sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Papua.

Baca Juga: Bukan Sekadar Instalasi, Ini Makna Mendalam 'Eudaimonia' Karya Reza Rahadian di ArtJog 2025

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa asal Papua yang dibiayai pemerintah diwajibkan kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan studi.

"Yang penting, terus belajar dan bermimpi jauh ke depan. Setelah itu, pulanglah untuk membangun Papua dan Indonesia," ujar Yorrys.

Selain ke KBRI, delegasi DPD juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah lembaga di China seperti CPPCC, NPC, Asosiasi Perikanan Tiongkok, China Media Group, hingga perusahaan seperti Xiaomi Automobiles dan peternakan akuakultur Xinnong Tianli. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman dukung penuh pakan ayam probiotik inovasi IPB. Siap bawa ke Presiden Prabowo jika mampu pacu ...

news | 11:39 WIB

Waketum PAN Saleh Daulay mengajak Jusuf Kalla untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana guna m...

news | 09:15 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo memutuskan ASN Kementerian PU tidak menerapkan WFH. Fokus pada penanganan bencana di Sumatera m...

news | 08:15 WIB

Ekonom Universitas Paramadina memprediksi ekonomi Indonesia 2026 tumbuh di atas proyeksi Bank Dunia (4,7%), meski sulit ...

news | 07:00 WIB

Untuk naskah berikutnya, tambahkan sedikit info mengenai kondisi fisik pemain atau apakah ada pemain yang absen karena a...

news | 06:00 WIB

Peneliti BRIN kembangkan teknologi DBD Plasma untuk produksi amonia (pupuk nitrogen) yang lebih ramah lingkungan, hemat ...

news | 14:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang untuk mencetak ...

news | 13:27 WIB

KPK tegaskan pemeriksaan saksi dan layanan publik seperti LHKPN tetap berjalan normal meski kebijakan WFH nasional setia...

news | 13:23 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat bagi ASN Kemenag mulai 10 April 2026 sebagai bagian da...

news | 13:00 WIB

KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,88 miliar dari koruptor Tagop Soulisa dan Puput Tantriana ke Kementerian PU un...

news | 12:55 WIB