Hilirisasi Nikel Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Energi Bersih

Pengembangan hilirisasi nikel yang berlanjut ke tahap industrialisasi dinilai sebagai langkah strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemain utama di pasar global, khususnya dalam industri baterai kendaraan listrik (EV).

Elara | MataMata.com
Jum'at, 27 Juni 2025 | 07:15 WIB
Pembangunan Jetty Morowali milik PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) pada 21 Mei 2025. Fasilitas ini menjadi simpul penting dalam rantai pasok nikel hijau nasional dan mendukung hilirisasi berbasis prinsip keberlanjutan (ESG) menuju target Net Zero Emissions Indonesia 2060. Foto : ANTARA/HO (Dokumentasi Pt Vale)

Pembangunan Jetty Morowali milik PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) pada 21 Mei 2025. Fasilitas ini menjadi simpul penting dalam rantai pasok nikel hijau nasional dan mendukung hilirisasi berbasis prinsip keberlanjutan (ESG) menuju target Net Zero Emissions Indonesia 2060. Foto : ANTARA/HO (Dokumentasi Pt Vale)

Matamata.com - Pengembangan hilirisasi nikel yang berlanjut ke tahap industrialisasi dinilai sebagai langkah strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemain utama di pasar global, khususnya dalam industri baterai kendaraan listrik (EV).

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan transformasi ini dapat mendorong Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap konsumsi dan menuju negara berbasis manufaktur.

“Kalau industrialisasi berkembang, maka Indonesia punya peluang besar menjadi negara maju berbasis industri,” ujarnya, Jumat (27/6).

Pemerintah terus mendorong hilirisasi nikel sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat daya saing ekonomi dan membangun ekosistem industri kendaraan listrik.

Selain mendukung transisi energi hijau, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada 2060.

Hilirisasi juga diyakini membuka jalan bagi investasi teknologi bersih, pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja.

Jika pengolahan nikel dilakukan dari hulu hingga menghasilkan produk akhir seperti baterai atau kendaraan listrik, hal ini akan meningkatkan nilai tambah nasional secara signifikan.

Fahmy menekankan bahwa investasi seharusnya tidak berhenti di pembangunan smelter. “Harus dilanjutkan ke tahap akhir seperti produksi baterai dan kendaraan listrik.

Di sisi lain, transfer teknologi juga penting agar dalam lima tahun ke depan tenaga kerja lokal bisa mandiri,” jelasnya.

Senada, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, menyebut hilirisasi nikel yang dimulai pada era Presiden Joko Widodo membawa kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Baca Juga: Bitcoin Terus Menguat, Pasar Bersiap Sambut Rekor Tertinggi Baru

Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, perlindungan lingkungan, serta keterlibatan ekonomi lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan cadangan nikel dan mineral penting lainnya yang melimpah, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk menjadi pusat industri baterai dunia dan bagian penting dalam rantai pasok energi hijau global. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadiri wisuda tahfidz di Ponpes Nurul Cholil Bangkalan. Khofifah puji sanad ilmu...

news | 16:37 WIB

Kemenag bawa konsep Ekoteologi ke forum internasional di Mesir. Simak bagaimana peran agama Islam menjawab krisis lingku...

news | 15:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi pastikan pengunduran diri 3 pimpinan OJK (Mahendra Siregar dkk) sedang diproses Presiden. Simak ...

news | 11:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siapkan aturan baru limit investasi saham Dapen dan Asuransi hingga 20%. Fokus pada saham LQ...

news | 09:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I...

news | 07:15 WIB

Wamenkop Farida Farichah mendorong koperasi pesantren di Medan jadi pusat distribusi produk lokal dan pasok kebutuhan pr...

news | 12:00 WIB

BGN Kaltim kebut pembangunan 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meratakan distribusi Makan Bergizi Gratis ...

news | 11:15 WIB

PBB berharap pembukaan kembali penyeberangan Rafah pada 1 Februari 2026 mencakup pengiriman kargo bantuan kemanusiaan un...

news | 10:30 WIB

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan petugas haji daerah maksimal pejabat eselon IV. Simak aturan baru dan persiap...

news | 09:15 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung infrastr...

news | 08:15 WIB