Hilirisasi Nikel Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Energi Bersih

Pengembangan hilirisasi nikel yang berlanjut ke tahap industrialisasi dinilai sebagai langkah strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemain utama di pasar global, khususnya dalam industri baterai kendaraan listrik (EV).

Elara | MataMata.com
Jum'at, 27 Juni 2025 | 07:15 WIB
Hilirisasi Nikel Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Energi Bersih

Hilirisasi Nikel Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Energi Bersih

matamata.com - Pengembangan hilirisasi nikel yang berlanjut ke tahap industrialisasi dinilai sebagai langkah strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemain utama di pasar global, khususnya dalam industri baterai kendaraan listrik (EV).

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan transformasi ini dapat mendorong Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap konsumsi dan menuju negara berbasis manufaktur.

“Kalau industrialisasi berkembang, maka Indonesia punya peluang besar menjadi negara maju berbasis industri,” ujarnya, Jumat (27/6).

Pemerintah terus mendorong hilirisasi nikel sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat daya saing ekonomi dan membangun ekosistem industri kendaraan listrik.

Selain mendukung transisi energi hijau, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada 2060.

Hilirisasi juga diyakini membuka jalan bagi investasi teknologi bersih, pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja.

Jika pengolahan nikel dilakukan dari hulu hingga menghasilkan produk akhir seperti baterai atau kendaraan listrik, hal ini akan meningkatkan nilai tambah nasional secara signifikan.

Fahmy menekankan bahwa investasi seharusnya tidak berhenti di pembangunan smelter. “Harus dilanjutkan ke tahap akhir seperti produksi baterai dan kendaraan listrik.

Di sisi lain, transfer teknologi juga penting agar dalam lima tahun ke depan tenaga kerja lokal bisa mandiri,” jelasnya.

Senada, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, menyebut hilirisasi nikel yang dimulai pada era Presiden Joko Widodo membawa kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Baca Juga: Bitcoin Terus Menguat, Pasar Bersiap Sambut Rekor Tertinggi Baru

Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, perlindungan lingkungan, serta keterlibatan ekonomi lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan cadangan nikel dan mineral penting lainnya yang melimpah, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk menjadi pusat industri baterai dunia dan bagian penting dalam rantai pasok energi hijau global. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah resmi memperluas penerapan tarif Rp0 pencatatan hak cipta untuk semua jenis karya, mulai dari film, buku, hin...

news | 12:00 WIB

Pemerintah Kemenko Pangan menggandeng 400 perusahaan tambang di Kalteng untuk percepatan penanganan karhutla dan pencega...

news | 11:30 WIB

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dijatuhi sanksi mundur 6 posisi start di Moto3 Qatar 2026 akibat mengabaikan bendera...

news | 11:00 WIB

Dubes Azerbaijan Ramil Rzayev mengapresiasi dukungan konsisten Indonesia terhadap kedaulatan negaranya saat peringatan H...

news | 10:33 WIB

Sinopsis film Gak Ada Matinya yang dibintangi Oki Rengga dan Fedi Nuril. Simak alur cerita komedi gelap tentang sandiwar...

news | 15:00 WIB