Sabtu Penentuan, Indonesia Bidik Tambahan Emas di SEA Games 2025 Thailand

Kontingen Indonesia berpeluang memperbesar raihan medali emas pada Sabtu ini, menyusul tampilnya sejumlah atlet Merah Putih di babak final dan laga-laga krusial SEA Games Thailand 2025.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi - Atlet Taekwondo putra Indonesia (dari kiri) Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy, Muhammad Alfi Kusuma dan Muhammad Rizal berpose dengan medalinya usai meraih medali emas di nomor beregu poomsae putra Taekwondo SEA Games 2025 di Fashion Islan Shopping Mall, Khwaeng, Khan Na Yao, Bangkok, Thailand, Kamis (11/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU/pri. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Ilustrasi - Atlet Taekwondo putra Indonesia (dari kiri) Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy, Muhammad Alfi Kusuma dan Muhammad Rizal berpose dengan medalinya usai meraih medali emas di nomor beregu poomsae putra Taekwondo SEA Games 2025 di Fashion Islan Shopping Mall, Khwaeng, Khan Na Yao, Bangkok, Thailand, Kamis (11/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU/pri. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Matamata.com - Kontingen Indonesia berpeluang memperbesar raihan medali emas pada Sabtu ini, menyusul tampilnya sejumlah atlet Merah Putih di babak final dan laga-laga krusial SEA Games Thailand 2025.

Kesempatan meraih emas terbuka dari berbagai cabang olahraga andalan yang selama ini konsisten menjadi penyumbang podium tertinggi bagi Indonesia, di antaranya renang, panjat tebing, angkat besi, serta sejumlah cabang bela diri.

Dari arena renang, Indonesia kembali menaruh harapan pada beberapa nomor final yang digelar di Swimming Pool Sports Authority of Thailand, Bangkok. Para perenang andalan dijadwalkan berlaga pada nomor gaya kupu-kupu, gaya punggung, hingga gaya ganti perorangan, yang sebelumnya kerap menjadi sumber medali emas bagi Merah Putih.

Peluang emas juga hadir dari cabang panjat tebing melalui nomor speed putra dan putri yang mempertandingkan partai final di Bangkok Sport Climbing Center. Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Asia Tenggara pada nomor kecepatan tersebut.

Dari angkat besi, lifter Indonesia dijadwalkan turun pada kelas-kelas ringan yang selama ini sering menghadirkan emas pada ajang multievent kawasan Asia Tenggara.

Cabang bela diri turut membuka peluang emas, khususnya dari taekwondo, wushu, dan pencak silat, seiring keberhasilan atlet-atlet Indonesia melaju hingga babak semifinal dan final, baik pada nomor seni maupun tarung.

Sementara itu, cabang tenis dan bulu tangkis juga menyuguhkan peluang podium tertinggi melalui nomor beregu dan ganda, setelah wakil Indonesia berhasil menembus babak semifinal dan partai puncak.

Selain potensi emas, Indonesia juga berpeluang menambah koleksi medali perak dan perunggu dari cabang lain seperti menembak, atletik, serta sejumlah olahraga beregu yang menjalani pertandingan semifinal hingga final pada hari yang sama.

Dalam klasemen sementara perolehan medali, Indonesia masih bersaing di papan atas dengan mengoleksi 20 emas, 28 perak, dan 24 perunggu, yang menempatkan Merah Putih di posisi ketiga.

Thailand masih memimpin klasemen dengan 66 emas, 43 perak, dan 28 perunggu, disusul Vietnam di posisi kedua dengan raihan 24 emas, 17 perak, dan 43 perunggu. (Antara)

Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir di Takengon, Prabowo Tegaskan Negara Hadir Percepat Pemulihan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB