Dorong Ekonomi dan Akses Antarwilayah, Menteri PU Tegaskan Komitmen Bangun Jalan dan Jembatan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi pembangunan jalan dan jembatan di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang m

Elara | MataMata.com
Rabu, 18 Juni 2025 | 07:15 WIB
Dorong Ekonomi dan Akses Antarwilayah, Menteri PU Tegaskan Komitmen Bangun Jalan dan Jembatan

Dorong Ekonomi dan Akses Antarwilayah, Menteri PU Tegaskan Komitmen Bangun Jalan dan Jembatan

matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi pembangunan jalan dan jembatan di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Kami terus membangun jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal untuk membuka akses investasi, mendorong sektor industri dan pariwisata, serta menghubungkan pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (18/6).

Melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU berfokus pada pengembangan infrastruktur yang terintegrasi dengan kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), destinasi pariwisata super prioritas, serta jalur penghubung antarprovinsi dan kabupaten.

Hingga kini, jaringan jalan nasional telah menjangkau berbagai titik penting, termasuk 134 pelabuhan utama, 106 terminal bus tipe A, 81 pelabuhan penyeberangan kelas I, 81 Pusat Kegiatan Nasional (PKN), 174 Pusat Kegiatan Daerah (PKD), 32 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), 69 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), 13 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), 19 kawasan industri, dan 17 KEK.

Dalam mendukung visi pembangunan, Kementerian PU mengusung program utama bertajuk PU 608. Program ini menempatkan kementerian sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dengan tiga target utama: menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah angka 6, mengurangi tingkat kemiskinan hingga nol persen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

Upaya efisiensi dilakukan melalui optimalisasi biaya dan aset, serta peningkatan kemudahan berinvestasi. Sementara pengentasan kemiskinan difokuskan pada percepatan penyediaan infrastruktur dasar dan perluasan lapangan kerja. Adapun dorongan pertumbuhan ekonomi diwujudkan lewat penguatan kawasan prioritas, ketahanan pangan, dan peningkatan konektivitas.

Sejumlah kegiatan prioritas di bidang jalan dan jembatan meliputi pemeliharaan jalan, rehabilitasi dan penggantian jembatan berkondisi rusak berat, serta pembangunan jembatan gantung dengan sistem kontrak tahun jamak (MYC).

Di bidang permukiman, Kementerian PU juga melanjutkan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat serta program Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB

Pemkab Aceh Barat menindaklanjuti temuan BPK RI 2025 dengan mengembalikan dana kerugian negara sebesar Rp917 juta ke kas...

news | 09:15 WIB

Kementerian ESDM memastikan penggunaan bahan bakar B50 aman setelah lolos uji durabilitas mesin tambang 1.000 jam dan ro...

news | 08:15 WIB

Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perai...

news | 07:00 WIB

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB