Pemerintah Raja Ampat Perketat Pengawasan Tambang Nikel Demi Lindungi Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan nikel guna mencegah potensi pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Juni 2025 | 10:45 WIB
Pemerintah Raja Ampat Perketat Pengawasan Tambang Nikel Demi Lindungi Pariwisata

Pemerintah Raja Ampat Perketat Pengawasan Tambang Nikel Demi Lindungi Pariwisata

matamata.com - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan nikel guna mencegah potensi pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan pariwisata Raja Ampat yang telah dikenal secara global.

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, menyatakan bahwa peningkatan pengawasan dilakukan agar aktivitas tambang tidak berdampak pada kawasan pariwisata.

“Kami akan berkolaborasi lintas sektor untuk memastikan kawasan pariwisata tetap aman dan terlindungi,” ujarnya saat ditemui di Sorong, Senin (9/6).

Meski hingga kini belum ditemukan tanda-tanda pencemaran lingkungan akibat kegiatan tambang nikel milik PT Gag Nikel, Burdam menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mengoptimalkan pemantauan.

Ia juga mendorong perusahaan tambang untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem alam Raja Ampat.

“Bukan kerusakan, tapi ada sisa-sisa tambang. Perusahaan sudah melakukan penghijauan kembali, jadi tidak ada kerusakan,” jelasnya.

Burdam juga menekankan bahwa sektor pariwisata, bukan tambang nikel, yang telah mengangkat nama Raja Ampat ke dunia internasional. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menjaga agar tidak terjadi degradasi lingkungan.

“Itulah mengapa kita harus memastikan tidak terjadi kerusakan lingkungan di Raja Ampat melalui pengawasan ketat,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (7/6), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Bupati Raja Ampat Orideko Burdam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mengunjungi lokasi tambang PT Gag Nikel.

Baca Juga: Nathalie Holscher Betah Menjomblo, Ini Penyebabnya

Dalam kunjungan tersebut, Lahadalia membantah isu yang beredar di media sosial mengenai pencemaran lingkungan akibat tambang nikel di Raja Ampat. “Saya mengapresiasi PT Gag Nikel karena telah beroperasi sesuai regulasi yang berlaku,” katanya.

Saat ini, terdapat lima perusahaan tambang yang memiliki izin resmi beroperasi di wilayah Raja Ampat. Dua perusahaan mengantongi izin dari pemerintah pusat, sementara tiga lainnya memperoleh izin dari pemerintah daerah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tamba...

news | 14:37 WIB

BRIN paparkan inovasi mesin kain limbah daun nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu dalam ratas industri teksti...

news | 13:45 WIB

DPR RI menugaskan Komisi I untuk membahas Surat Presiden Prabowo Subianto terkait pertimbangan calon Dubes LBBP negara s...

news | 12:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Dubes Jepang Ueno Atsushi untuk membahas kerja sama pertahanan, ke...

news | 11:15 WIB

Pemerintah bersama PGN mempercepat perluasan jaringan gas bumi (jargas) di Gresik dan Sidoarjo untuk menekan impor LPG d...

news | 10:00 WIB